Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Sewupari Studio)
Intinya Sih
  • Baznas menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun sebagai batas minimal kewajiban zakat bagi umat Muslim.
  • Penetapan nisab ini didasarkan pada nilai setara 85 gram emas, menyesuaikan harga rata-rata emas agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi terkini.
  • Muslim dengan penghasilan mencapai atau melebihi batas tersebut wajib menunaikan zakat sebesar 2,5 persen dari pendapatan bruto yang diperoleh setiap bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Zakat penghasilan menjadi salah satu kewajiban bagi Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Pada 2026, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menetapkan batas terbaru mengenai nisab zakat penghasilan yang wajib diperhatikan oleh para pekerja dan profesional. Penetapan ini bertujuan menyesuaikan kondisi ekonomi serta nilai emas sebagai acuan dalam fikih zakat.

Berdasarkan keputusan resmi tersebut, nisab zakat penghasilan 2026 ditetapkan sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Jika pendapatan seseorang mencapai atau melebihi angka tersebut maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen dari penghasilannya.

Supaya lebih memahami aturan, dasar hukum, hingga cara menghitungnya, simak penjelasan lengkap tentang nisab zakat penghasilan 2026 berikut ini.

1. Pengertian nisab zakat penghasilan yang perlu kamu pahami

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
Potret uang rupiah (pexels.com/Ahsanjaya)

Nisab zakat penghasilan adalah batas minimal pendapatan yang membuat seseorang wajib mengeluarkan zakat. Dalam konteks ini, nisab menjadi ukuran apakah seorang Muslim sudah memiliki kemampuan finansial untuk menunaikan kewajiban zakat atau belum. Jika penghasilan belum mencapai nisab, maka zakat penghasilan tidak diwajibkan.

Sebaliknya, ketika penghasilan sudah melewati batas nisab, maka kewajiban zakat sebesar 2,5 persen mulai berlaku. Zakat ini termasuk dalam kategori zakat maal atau zakat harta yang berasal dari pendapatan. Tujuannya adalah membersihkan harta sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.

2. Nisab zakat penghasilan 2026 resmi ditetapkan BAZNAS

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi uang rupiah (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) secara resmi menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebagai Rp7.640.144 per bulan. Jika dihitung dalam setahun, angka tersebut setara dengan Rp91.681.728 per tahun sebagai batas minimal penghasilan yang wajib dizakati. Penetapan ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan apakah penghasilannya sudah memenuhi kewajiban zakat atau belum.

Ketika penghasilan kamu telah mencapai atau melebihi angka tersebut maka zakat penghasilan wajib ditunaikan sebesar 2,5 persen. Ketentuan ini berlaku untuk berbagai jenis pendapatan halal yang diterima secara rutin. Misalnya gaji bulanan, honor pekerjaan, upah freelance, hingga fee dari jasa profesional.

3. Penetapan nisab mengacu pada nilai emas

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Penentuan nisab zakat penghasilan 2026 didasarkan pada nilai setara 85 gram emas. Nilai tersebut dihitung menggunakan harga rata-rata emas sepanjang tahun sebelumnya. Metode ini sudah lama digunakan dalam fikih zakat karena emas dianggap memiliki nilai yang relatif stabil.

Penggunaan emas sebagai acuan juga membuat standar nisab menjadi lebih objektif. Selain itu, pendekatan ini dapat menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang terus berubah. Dengan demikian, batas kewajiban zakat tetap relevan dari waktu ke waktu.

4. Dasar hukum penetapan zakat penghasilan di Indonesia

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi hukum (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Penetapan nisab zakat penghasilan tidak dilakukan secara sembarangan. Baznas menetapkannya melalui proses musyawarah dengan mempertimbangkan berbagai aspek syariah dan regulasi yang berlaku. Hal ini bertujuan agar aturan zakat tetap sesuai dengan prinsip Islam sekaligus relevan dengan kondisi masyarakat.

Beberapa dasar hukum yang digunakan antara lain Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019. Selain itu, terdapat pula Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 3 Tahun 2003 tentang zakat penghasilan. Kedua regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam pengelolaan zakat di Indonesia.

5. Siapa saja yang wajib membayar zakat penghasilan?

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi uang rupiah (pexels.com/bangunstockproduction)

Zakat penghasilan wajib ditunaikan oleh Muslim yang memiliki pendapatan minimal setara dengan nisab yang telah ditetapkan. Artinya, jika penghasilan bulanan kamu mencapai atau melebihi Rp7.640.144, maka kewajiban zakat mulai berlaku. Ketentuan ini berlaku selama pendapatan tersebut diperoleh dari sumber yang halal.

Selain itu, seseorang juga harus tetap mampu memenuhi kebutuhan pokoknya terlebih dahulu. Jika kebutuhan dasar telah tercukupi dan masih memiliki kelebihan penghasilan, maka zakat menjadi kewajiban. Pendapatan yang termasuk dalam zakat penghasilan antara lain gaji karyawan, honor profesi, upah freelance, serta fee dari jasa keahlian.

6. Cara menghitung zakat penghasilan sebesar 2,5 persen

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi menghitung (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Menghitung zakat penghasilan sebenarnya cukup sederhana jika kamu sudah mengetahui jumlah pendapatan yang diterima setiap bulan. Pada umumnya, zakat penghasilan dihitung sebesar 2,5 persen dari total penghasilan bruto atau penghasilan kotor. Artinya, perhitungan zakat dilakukan sebelum dikurangi kebutuhan hidup, cicilan, atau pengeluaran lainnya.

Rumus perhitungan zakat penghasilan adalah:

Zakat = 2,5% × total penghasilan bulanan

Sebagai contoh, jika kamu memiliki gaji Rp10.000.000 per bulan, maka perhitungannya adalah:

2,5% × Rp10.000.000 = Rp250.000

Artinya, zakat penghasilan yang perlu kamu keluarkan setiap bulan adalah sebesar Rp250 ribu, karena penghasilan tersebut sudah melewati nisab zakat penghasilan 2026 yaitu Rp7.640.144 per bulan.

Dengan metode ini, kamu bisa menghitung zakat secara lebih praktis dan konsisten setiap bulan. Cara ini juga sering digunakan oleh banyak lembaga zakat karena dianggap lebih sederhana dan mudah dipahami. Selain membantu menunaikan kewajiban agama, menghitung zakat secara rutin juga membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih teratur.

7. Tips praktis menunaikan zakat penghasilan secara rutin

Nisab Zakat Penghasilan 2026 Terbaru, Ini Batas Gaji Wajib Zakat
ilustrasi uang (pixabay.com/Iqbal Nuril Anwar)

Menunaikan zakat penghasilan akan terasa lebih mudah jika kamu memiliki cara yang praktis dan konsisten. Banyak orang menunda pembayaran zakat karena merasa perhitungannya rumit atau lupa melakukannya secara rutin. Padahal, dengan beberapa langkah sederhana, kamu bisa menunaikan zakat penghasilan dengan lebih disiplin setiap bulan.

a. Hitung zakat setiap bulan

Menghitung zakat setiap bulan adalah cara paling praktis bagi kamu yang memiliki penghasilan tetap. Dengan metode ini, kamu tidak perlu menunggu satu tahun untuk menghitung total pendapatan. Selain lebih ringan, cara ini juga membantu menjaga konsistensi dalam menunaikan kewajiban zakat.

b. Gunakan penghasilan kotor sebagai acuan

Banyak lembaga zakat menyarankan perhitungan zakat menggunakan penghasilan kotor atau bruto. Cara ini membuat proses perhitungan menjadi lebih sederhana tanpa harus menghitung berbagai pengeluaran terlebih dahulu. Selain itu, metode ini juga membantu memastikan zakat yang dibayarkan tidak kurang dari yang seharusnya.

c. Simpan bukti pembayaran zakat

Menyimpan bukti pembayaran zakat merupakan langkah penting yang sering diabaikan. Bukti ini bisa menjadi dokumentasi pribadi sekaligus memudahkan kamu saat membuat laporan keuangan atau administrasi lainnya. Selain itu, bukti pembayaran zakat juga dapat digunakan sebagai arsip jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan menerapkan beberapa tips tersebut, menunaikan zakat penghasilan bisa menjadi kebiasaan yang lebih mudah dilakukan. Konsistensi dalam membayar zakat juga membantu memastikan kewajiban ibadah tetap terpenuhi setiap tahun. Selain membersihkan harta, zakat yang ditunaikan secara rutin juga memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Nisab zakat penghasilan 2026 telah resmi ditetapkan sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91.681.728 per tahun. Batas ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menentukan kewajiban zakat dari penghasilannya. Dengan memahami aturan dan cara menghitungnya, kamu bisa menunaikan zakat penghasilan secara tepat dan sesuai syariat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More