3 Aturan Utang dari Warren Buffett untuk Kerek Kekayaan

- Melunasi utang bunga tinggi secepat mungkin untuk menghindari penggerusan kekayaan
- Hindari utang konsumtif dengan membayar tunai dan latih disiplin finansial
- Ubah cara pandang tentang menabung, lakukan secara konsisten untuk menciptakan benteng finansial
Warren Buffett, investor legendaris sekaligus pemilik Berkshire Hathaway, dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari Rp2.500 triliun. Namun, di balik kesuksesannya, Buffett tetap hidup sederhana dan disiplin dalam mengelola uang.
Ia percaya kunci kekayaan sejati bukan hanya menghasilkan uang, tetapi bagaimana kamu mengelola utang dan menabung dengan bijak. Dilansir GOBankingRates berikut tiga prinsip soal utang ala Warren Buffett yang bisa membantu kamu membangun kekayaan secara bertahap.
Table of Content
1. Lunasi utang bunga tinggi secepat mungkin

Dalam sebuah wawancara, Buffett menceritakan kisah seorang wanita yang datang padanya setelah mendapat rezeki besar dan bertanya, “Apa yang sebaiknya saya lakukan dengan uang ini?”
Pertanyaan pertama Buffett adalah: “Apakah kamu punya utang kartu kredit?”
Ternyata perempuan itu punya, dengan bunga mencapai 18 persen. Buffett langsung menyarankan agar uang itu digunakan untuk melunasi utang, bukan untuk berinvestasi.
“Saya tidak tahu cara menghasilkan 18 persen keuntungan dari investasi apa pun. Jadi jika saya punya utang sebesar itu, hal pertama yang akan saya lakukan adalah melunasinya,” kata Buffett.
Utang berbunga tinggi seperti kartu kredit akan menggerus kekayaanmu lebih cepat dari bunga investasi apa pun. Maka sebelum mulai berinvestasi, pastikan kamu bebas dari beban bunga tinggi.
2. Hindari utang konsumtif

Meski hidup di era serba digital, Buffett tetap lebih memilih membayar dengan uang tunai ketimbang kartu kredit. Ia memang memiliki kartu American Express, yang dimilikinya sejak 1964, tapi jarang sekali menggunakannya.
Dengan membayar tunai, kamu hanya membeli sesuatu yang benar-benar mampu kamu bayar. Ini bukan hanya melatih disiplin finansial, tapi juga membantu kamu menahan diri dari pengeluaran impulsif. Hidup tanpa utang konsumtif menempatkanmu pada posisi ideal untuk mulai menabung, berinvestasi, dan menumbuhkan aset.
3. Ubah cara pandangmu tentang menabung

Gaya hidup hemat Buffett bukan sekadar kebiasaan, tapi cerminan nilai hidupnya. Ia selalu hidup di bawah kemampuannya, bahkan saat sudah menjadi miliarder. Kuncinya adalah menabung secara konsisten, tidak peduli berapa pun jumlahnya.
Misalnya, kamu bisa menyisihkan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu setiap minggu. Jika dilakukan rutin, uang itu bisa berkembang menjadi tabungan besar yang siap digunakan untuk dana darurat atau modal investasi.
Menabung kecil-kecilan secara konsisten jauh lebih efektif daripada menunggu “uang besar” datang. Dengan begitu, kamu menciptakan benteng finansial yang melindungi masa depanmu dari utang dan tekanan keuangan mendadak.
Menurut Buffett, kamu tidak perlu menjadi ahli investasi atau punya gaji besar untuk kaya. Yang dibutuhkan hanyalah disiplin finansial, dengan menghindari utang berbunga tinggi, batasi gaya hidup konsumtif, dan jadikan menabung sebagai kebiasaan.
Jika kamu bisa menerapkan tiga hal sederhana ini, maka kamu sudah selangkah lebih dekat menuju kebebasan finansial seperti sang Oracle of Omaha.


















