4 Bahaya FOMO dalam Investasi, Jangan Sepelekan!

- Keputusan investasi menjadi titik rasional
- Membeli aset pada saat harganya terlalu tinggi
- Mengabaikan profil risiko pribadi
Fenomena FOMO atau feat of missing out sering mempengaruhi investor dalam mengambil keputusan. Kondisi ini memang bisa mendorong seseorang untuk berinvestasi hanya karena takut akan ketinggalan peluang.
Dalam dunia investasi, ternyata keputusan yang hanya didasarkan oleh emosi sesaat justru bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar. Karena itu, simak beberapa bahaya yang bisa muncul dari perilaku FOMO dalam investasi.
Table of Content
1. Keputusan investasi menjadi titik rasional

FOMO kerap membuat investor cenderung mengabaikan berbagai analisis matang yang semestinya dipertimbangkan. Keputusan yang diambil secara tergesa-gesa tanpa adanya pertimbangan bisa sangat berisiko untuk tujuan keuangan.
Akibat dari hal ini akan membuat investasi yang dilakukan bukan karena nilai fundamental yang kuat. Kondisi ini juga bisa meningkatkan potensi kerugian di kemudian hari, sehingga perlu kamu antisipasi.
2. Membeli aset pada saat harganya terlalu tinggi

Dorongan FOMO sering membuat investor rentan membeli aset saat harganya melonjak. Ketakutan kehilangan momentum bisa mendorong pembelian aset di harga puncak, sehingga justru menimbulkan kerugian.
Situasi ini kerap memiliki risiko besar pada saat harga aset mengalami koreksi yang cukup signifikan. Nilai investasi pun bisa mengalami penurunan secara signifikan hanya dalam waktu singkat, sehingga perlu dihindari.
3. Mengabaikan profil risiko pribadi

Investor yang terjebak FOMO biasanya akan cenderung melupakan batas toleransi risiko. Aset yang berisiko tinggi bisa saja dibeli tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial, sehingga menimbulkan kerugian.
Hal ini bisa saja menyebabkan tekanan psikologis yang cukup berat jika tidak diatasi dengan baik. Keputusan lanjutan juga menjadi semakin tidak terkendali, sehingga menuntut pertimbangan yang benar-benar matang.
4. Sulit mempertahankan konsistensi investasi

Nyatanya FOMO bisa membuat investor mudah berpindah dari satu aset ke aset lainnya, sehingga menjadi masalah. Strategi jangka panjang pun rentan ditinggalkan hanya untuk mengejar tren sesaatm sehingga inilah yang bisa menimbulkan kerugian,
Akibatnya justru portofolio menjadi sulit terarah dan sulit dievaluasi kembali, sehingga tidak bisa mengambil keputusan dengan objektif. Selain itu, kinerja investasi pun tidak optimal, sehingga hal ini hanya akan memberikan kerugian.
FOMO dalam investasi bisa membawa dampak negatif yang cukup serius untuk keuangan. Justru dengan emosi yang sering tidak terkendali, maka bisa menjadi sumber kesalahan dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari!

















