Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Meminjam uang terdekat untuk gaya hidup.

  • Pengeluaran melebihi pendapatan.

  • Membayar tagihan minimum kartu kredit, FOMO, dan jalan pintas demi cuan instan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Memulai tahun yang baru, resolusi keuangan bisa menjadi salah satu upaya yang dilakukan. Terutama resolusi terkait kebiasaan-kebiasaan keuangan yang harus dihentikan demi mencapai kondisi keuangan yang lebih baik.

OCBC NISP merangkum lima kebiasaan keuangan yang harus segera dihentikan demi meraih finansial FIT tahun ini.

1. Terlalu sering nombok dengan pinjam uang ke orang terdekat

Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Data OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan, 39 persen responden masih sering meminjam uang ke teman/keluarga, yang digunakan untuk memenuhi gaya hidup.

Kebiasaan itu menunjukkan, hampir setengah dari responden masih mengadopsi gaya hidup seperti peribahasa lebih besar pasak daripada tiang.

2. Gaji baru masuk, uangnya langsung pergi begitu saja

Ilustrasi Investasi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Hasil survey menunjukkan, 14 persen responden memiliki pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan. Saat pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, biasanya bukan hanya dipicu soal penghasilan yang kurang, tetapi disebabkan juga oleh gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan.

Kalau dibiarkan, bagaimana mau berinvestasi untuk masa depan, jika menabung saja sulit?

3. Merasa aman karena pakai mindset “yang penting bayar dulu”

Ilustrasi investasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Membayar tagihan kartu kredit dengan nominal paling minimum mungkin terasa melegakan, tapi hanya untuk jangka pendek. Karena, sebenarnya kebiasaan ini bisa menjadi jebakan finansial untuk ke depannya.

Data Financial Fitness Index 2025 dari OCBC menunjukkan 56 persen responden hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Jika dibiarkan, kartu kredit yang semula jadi alat bantu, justru berubah menjadi beban jangka panjang. 

4. FOMO yang berlebih

Ilustrasi investasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut data Financial Fitness Index OCBC 2025, 76 persen responden menghabiskan uang yang dimiliki unuk mengikuti gaya hidup teman.

Mulai dari nongkrong bersama, liburan, hingga tren belanja membuat seseorang banyak mengorbankan keuangannya karena takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO).  Padahal, sifat itu membuat kamu bisa kehilangan kendali atas tujuan finansial jangka panjang.

 5. Mau jalan pintas demi cuan instan

Ilustrasi investasi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Dengan maraknya cerita di sosial media terkait bagaimana cara sukses instan, bisa memicu keinginan untuk mendapatkan uang dalam waktu singkat seringkali menggoda. Apabila keinginan itu diwujudkan dengan aksi tanpa pemahaman risiko, seringkali berujung pada kerugian.

Hasil survei OCBC menunjukkan, 10 persen dari responden melakukan spekulasi berlebihan untuk keuntungan yang instan.

Editorial Team