Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bitcoin Sulit Bangkit meski Tekanan Jual Mereda, Apa Penyebabnya?

Bitcoin Sulit Bangkit meski Tekanan Jual Mereda, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Intinya Sih
  • Bitcoin masih bergerak stagnan karena tekanan jual mulai mereda, tetapi minat beli baru belum cukup kuat untuk mendorong reli signifikan.
  • Kondisi makroekonomi global seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan arus dana ETF menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar kripto saat ini.
  • Investor institusi masih berhati-hati dengan arus keluar dari ETF dan aktivitas deleveraging di pasar derivatif, sementara pemegang jangka panjang menunggu katalis baru untuk pergerakan harga berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir masih belum menunjukkan arah yang jelas. Setelah mengalami koreksi cukup dalam dari rekor tertingginya, aset kripto terbesar di dunia itu kini bergerak dalam rentang terbatas, membuat banyak investor bertanya-tanya apakah pasar sedang mempersiapkan pemulihan baru atau justru menghadapi tekanan lanjutan.

Sejumlah analis menilai kondisi saat ini bukan disebabkan oleh gelombang penjualan besar-besaran, melainkan karena keseimbangan yang rapuh antara berkurangnya tekanan jual dan belum kembalinya minat beli dalam skala besar. Akibatnya, harga Bitcoin cenderung bergerak stagnan sambil menunggu katalis yang mampu mendorong arah pasar berikutnya.

1. Tekanan jual mulai mereda, tetapi pembeli belum kembali

Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Ilustrasi bitcoin (freepik.com)

Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.700, naik tipis dalam perdagangan harian namun masih berada jauh di bawah level tertinggi yang pernah dicapai pada Oktober lalu. Meski pasar sempat menghadapi sentimen negatif setelah pernyataan bernada hawkish dari Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, respons Bitcoin relatif lebih stabil dibandingkan yang diperkirakan banyak pelaku pasar.

Menurut sejumlah pengamat, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar investor yang ingin menjual kemungkinan sudah melakukannya lebih dulu. Namun, stabilitas ini belum bisa dianggap sebagai tanda dimulainya tren kenaikan baru karena permintaan dari investor baru maupun institusi masih belum terlihat cukup kuat untuk mendorong reli yang berkelanjutan.

2. Faktor makroekonomi masih menjadi penentu utama

Ilustrasi bitcoin (freepik.com)
Ilustrasi bitcoin (freepik.com)

Para analis menilai arah Bitcoin dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global, khususnya kebijakan suku bunga, inflasi, dan likuiditas pasar. Ekspektasi suku bunga riil yang lebih tinggi masih menjadi hambatan bagi aset berisiko seperti kripto, meskipun narasi Bitcoin sebagai aset alternatif tetap dianggap relevan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, investor kini mencermati sejumlah indikator penting seperti arus dana ETF Bitcoin, harga minyak, dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang. Kombinasi faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menentukan apakah selera risiko investor dapat kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

3. Arus dana ETF dan pasar derivatif masih memberi sinyal hati-hati

Ilustrasi koin kripto (freepik.com)
Ilustrasi koin kripto (freepik.com)

Meski harga Bitcoin berhasil bertahan di atas level penting, data arus dana menunjukkan bahwa investor institusi masih cenderung melakukan distribusi atau pengurangan posisi. Dana ETF Bitcoin di Amerika Serikat tercatat mengalami arus keluar dalam beberapa pekan terakhir, meskipun laju penarikannya mulai melambat dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, aktivitas di pasar derivatif juga menunjukkan proses deleveraging atau pengurangan penggunaan utang oleh para trader. Menariknya, meskipun terdapat potensi likuidasi besar di level harga yang lebih rendah, Bitcoin belum mengalami penurunan tajam. Hal ini mengindikasikan adanya kekuatan beli yang secara perlahan menyerap volatilitas dan menjaga harga tetap stabil.

4. Investor jangka panjang tetap bertahan menunggu katalis baru

Ilustrasi investasi (freepik.com)
Ilustrasi investasi (freepik.com)

Di balik pergerakan harga yang cenderung membosankan, sebagian pemegang Bitcoin justru menunjukkan keyakinan yang cukup kuat. Alih-alih menjual aset mereka, banyak investor memilih menggunakan Bitcoin sebagai jaminan untuk memperoleh likuiditas tambahan. Tren ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemilik jangka panjang masih percaya terhadap prospek aset tersebut di masa depan.

Meski demikian, pasar masih membutuhkan pemicu baru untuk menentukan arah berikutnya. Beberapa peristiwa yang dinilai berpotensi menjadi katalis adalah perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat, data inflasi terbaru, hingga jatuh tempo kontrak opsi Bitcoin bernilai miliaran dolar dalam waktu dekat. Selama faktor-faktor tersebut belum memberikan kejelasan, Bitcoin kemungkinan akan tetap bergerak dalam fase konsolidasi.

Pada akhirnya, kondisi saat ini menggambarkan pasar yang sedang menunggu keputusan. Tekanan jual memang terlihat semakin berkurang, tetapi reli besar belum akan terjadi tanpa dukungan permintaan yang lebih kuat. Bagi investor, fase seperti ini sering kali menjadi periode yang penuh ketidakpastian, namun juga dapat menjadi momen penting yang menentukan arah tren Bitcoin untuk beberapa bulan ke depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More