Teller sedang menghitung uang di di kantor cabang BNI. (dok. BNI)
Perusahaan menargetkan Net Interest Margin (NIM) tahun ini menjadi 3,3-3,5 persen, turun dari target sebelumnya 3,6 persen. Hal itu disebabkan oleh tekanan suku bunga, ditambah lagi meningkatnya biaya dana pihak ketiga (DPK).
Namun, Paolo mengatakan tekanan NIM bisa dikompensasi dengan kredit yang masih mencatatkan pertumbuhan.
“NIM memang sedikit mengalami tekanan di tahun 2026, karena persaingan suku bunga kredit di industri, dan juga kenaikan biaya dana pihak ketiga,” ucap Paolo.
Di semester II-2026 ini, perseroan menyiapkan dua strategi utama untuk menjaga kinerja. Strategi pertama dengan memperkuat pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA).
Kedua, BNI akan menyalurkan kredit secara selektif dan disiplin terkait pricing untuk menjaga prinsip kehati-hatian dan mempertimbangkan kondisi likuiditas. Dengan upaya itu, harapannya pertumbuhan kredit tak menekan margin perusahaan.
“Dengan strategi ini kami optimis akan mencapai target pertumbuhan di kisaran 8 persen sampai 10 persen untuk loan, dengan net interest margin di kisaran 3,3 persen sampai 3,5 persen,” tutur Paolo.