Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CamilanQ dari Surakarta Terus Berkembang Berkat LinkUMKM BRI

CamilanQ dari Surakarta Terus Berkembang Berkat LinkUMKM BRI
Berangkat dari camilan jadul yang dikemas menarik, CamilanQ tumbuh sebagai usaha kuliner di Surakarta sejak 2020 dengan Pastel Abon sebagai produk utama. (Dok. BRI)
Intinya Sih
5W1H
  • CamilanQ asal Surakarta berkembang sejak 2020 dengan produk utama Pastel Abon, mengandalkan kualitas rasa, bahan premium, serta strategi pemasaran online dan offline untuk memperluas jangkauan pasar.

  • Founder Sri Lestari Rahayu memanfaatkan LinkUMKM BRI guna meningkatkan kemampuan digital, mengikuti pelatihan marketing online, dan mengakses platform ecommerce yang berdampak pada kenaikan omzet serta perluasan pasar.

  • Program LinkUMKM BRI telah membantu lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM melalui enam fitur terintegrasi dan ratusan modul pembelajaran untuk memperkuat kapasitas bisnis serta pengelolaan usaha secara digital.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times – Berangkat dari camilan jadul yang dikemas menarik, CamilanQ tumbuh sebagai usaha kuliner di Surakarta sejak 2020 dengan Pastel Abon sebagai produk utama. Pemasaran dijalankan melalui penjualan online dan offline, serta penguatan eksposur di pameran dan event, dengan jangkauan pasar lokal hingga antarkota. 

Pastel Abon CamilanQ dikenal dengan karakter gurih dan renyah, sekaligus dijaga melalui  konsistensi rasa khas dan penggunaan bahan baku berkualitas. Pendekatan tersebut menjadi  dasar untuk mempertahankan permintaan pelanggan di tengah perubahan selera pasar dan  dinamika kanal penjualan.


1. Fokus pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan

Ilustrasi pengusaha muda (123rf.com/puvasit)
Ilustrasi pengusaha muda (123rf.com/puvasit)

Founder CamilanQ Sri Lestari Rahayu menyampaikan bahwa pengembangan usaha dilakukan  secara bertahap dengan fokus pada kualitas produk, promosi, dan layanan pelanggan agar  pertumbuhan berjalan lebih stabil. Proses tersebut juga mendorong penguatan pemasaran  melalui kanal digital seiring meningkatnya kebutuhan menjangkau pembeli yang lebih beragam.  

“CamilanQ dimulai dari hobi membuat kue dan camilan di rumah. Ide awalnya dari membuat  pastel abon untuk keluarga dan tetangga, lalu banyak yang suka dan minta dibuatkan lagi. Tahun 2020 mulai jalan, awalnya jualan online di media sosial. Proses membangun usaha dengan terus meningkatkan kualitas produk, promosi, dan melayani pelanggan dengan baik," ujarnya.

2. LinkUMKM BRI dimanfaatkan untuk memperluas pasar

ilustrasi pemasaran digital (Freepik/pikisuperstar)
ilustrasi pemasaran digital (Freepik/pikisuperstar)

Untuk memperkuat kemampuan digital, Sri menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dimanfaatkan untuk memperluas pasar melalui pelatihan digital marketing serta akses ke platform ecommerce, termasuk pemanfaatan fitur promo digital. CamilanQ juga menggunakan QRIS BRI  serta tabungan BRI untuk membantu pengelolaan keuangan usaha.  

“Mengenal LinkUMKM BRI dari Rumah BUMN Solo, saya bergabung karena ingin meningkatkan  kemampuan digital dan memperluas pasar. LinkUMKM membantu melalui pelatihan digital marketing dan akses ke platform ecommerce, sementara fitur yang saya gunakan adalah promo  digital. Setelahnya, omzet meningkat dan jangkauan pasar lebih luas,” ungkapnya. 


3. LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha

Ilustrasi UMKM (Getty Images/FANDSrabutan)
Ilustrasi UMKM (Getty Images/FANDSrabutan)

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses  pasar. Platform ini menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung lebih dari 750 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.  

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang untuk  memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM dapat memperkuat kemampuan  digital serta menata pengelolaan usaha secara lebih terarah.  

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan  dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk  berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan  pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif. Melalui penguatan  tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif  dan berkelanjutan,” pungkasnya. (WEB)


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro
Follow Us

Latest in Business

See More