Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengertian Penghasilan dan Perbedaanya dengan Pendapatan

Pengertian Penghasilan dan Perbedaanya dengan Pendapatan
Ilustrasi bekerja (pexels.com/bruce mars)
  • Penghasilan adalah nilai yang diterima individu atau badan usaha sebagai imbalan atas barang, jasa, atau investasi, dan berbeda dengan pendapatan karena mencerminkan laba bersih setelah dikurangi biaya.
  • Terdapat lima sumber utama penghasilan yaitu hasil berbisnis, menjual keahlian, menjual jasa, investasi, serta persewaan yang masing-masing memiliki potensi keuntungan berbeda.
  • Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021, individu dengan penghasilan Rp60 juta per tahun wajib membayar pajak penghasilan sebesar 5 persen sesuai ketentuan objek pajak yang berlaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam sebuah bisnis, keuntungan akan didapatkan jika penghasilan melebihi pengeluaran. Sebaliknya, kerugian akan didapatkan jika penghasilan kurang atau di bawah pengeluaran.

Namun, apa itu penghasilan? Apakah penghasilan hanya sekadar uang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak pembahasan di bawah mengenai penghasilan dan beberapa hal yang memiliki kaitan erat dengan penghasilan.

  1. 1. Pengertian penghasilan dan perbedaanya dengan pendapatan

    ilustrasi mengatur uang (Unsplash.com/MufidMajnun)
    ilustrasi mengatur uang (Unsplash.com/MufidMajnun)

    Menurut Legal Information Intitute, penghasilan atau income adalah uang atau nilai yang diterima badan usaha atau individu sebagai imbalan atas penyediaan barang atau jasa atau melalui penanaman modal. Penghasilan yang datang dari pekerjaan disebut sebagai upah atau gaji.

    Dalam perspektif ilmu ekonomi, umumnya penghasilan diartikan pula sebagai pendapatan atau revenue. Namun ditilik dari perspektif ilmu akuntansi, penghasilan berbeda dengan pendapatan.

    Penghasilan lebih menitikberatkan pada pendapatan bersih atau net income dari hasil usaha setelah dikurangi dengan beban biaya, harga pokok penjualan (HPP), dan biaya lain-lain. Sementara revenue lebih diartikan sebagai pendapatan kotor atau omzet penjualan yang belum dikurangi beban biaya.

    Jadi penghasilan dari sisi ilmu akuntansi adalah sisa dari kelebihan pendapatan atas expired cost atau biaya-biaya yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan di masa depan.

  2. 2. Sumber-sumber penghasilan

    ilustrasi kegiatan belajar mengajar(pexels.com/Tima Miroshnichenko)
    ilustrasi kegiatan belajar mengajar(pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Aliran penghasilan sebetulnya bisa datang dari berbagai aspek, mulai dari bejualan hingga pengadaan jasa. Jika dikategorikan, ada lima sumber pendapatan dalam hidup, di antaranya:

    1. Hasil berbisnis

    Menjalankan suatu bisnis merupakan salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan, seperti berdagang dan memproduksi barang. Meski di awal terkadang membutuhkan modal tidak sedikit, namun pengelolaan bisnis yang baik tidak hanya akan mendatangkan laba besar dan juga memperpanjang umur bisnis.

    2. Menjual keahlian

    Setiap manusia dianugerai keahlian tertentu oleh Tuhan, yang jika dilatih dan diasah dapat mendatangkan pundi-pundi uang. Seperti misal, penyanyi dan musisi adalah profesi yang memiliki sumber penghasilan berasal dari keahliannya di bidang tarik suara dan produksi musik.

    3. Menjual jasa

    Guru, dokter, dan konsultan merupakan profesi yang menjual jasa pada orang lain atau klien. Memang, tidak semua pekerja yang menjual jasa harus memiliki keahlian khusus di bidang tertentu, seperti misal tukang laundry dan jasa ekspedisi. Meski begitu, tetap dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan terkait pekerjaan jasa yang ditawarkan.

    4. Investasi

    Tren investasi di kalangan anak muda sedang berkembang pesat saat ini, setelah memahami berbagai keuntungan yang bakal diperoleh, beserta risiko dan cara antisipasinya. Ada banyak instrumen investasi dengan karakteristiknya masing-masing, mulai dari saham, emas, obligasi, deposito, hingga reksa dana.

    5. Persewaan

    Hasil yang diterima dari menyewakan barang pun dapat menjadi sumber pemasukan yang menjanjikan, jika memiliki strategi pengelolaan bisnis, relasi yang baik, serta perawatan pada barang yang disewakan. Misalnya, rental mobil dan motor, persewaan kostum, hingga persewaan bangunan.

  3. 3. Penghasilan yang dikenakan pajak

    ilustrasi pajak penghasilan (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
    ilustrasi pajak penghasilan (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Besaran jumlah penghasilan yang diperoleh mempengaruhi masuk tidaknya seseorang dalam kriteria wajb pajak. Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), penghasilan kena pajak bagi orang pribadi adalah bagi yang memiliki pendapatan Rp60 juta per tahun dengan tarif pajaknya yaitu 5 persen.

    Jadi, jika penghasilan kamu Rp6 juta per bulan, maka kamu wajib membayar pajak dan melaporkan pajak setiap tahunnya.

    Sedangkan objek-objek yang kena pajak penghasilan menurut Undang-Undang PPh, di antaranya:

    1. Penggantian atau imbalan
    2. Hadiah
    3. Laba usaha
    4. Keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta
    5. Penerimaan kembali
    6. Bunga
    7. Deviden
    8. Royalti
    9. Sewa
    10. Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala
    11. Keuntungan karena pembebasan uang
    12. Keuntungan selisih kurs mata uang asing
    13. Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva
    14. Premi asuransi
    15. Iuran
    16. Penghasilan belum kena pajak yang menghasilkan tambahan kekayaan neto
    17. Penghasilan dari usaha industri
    18. Imbalan bunga
    19. Surplus Bank Indonesia

    Demikian penjelasan lengkap tentang penghasilan beserta sumber-sumbernya. Nah, jika kamu merasa memiliki keahlian atau keterampilan di bidang tertentu, cobalah untuk menjadikannya sebagai ladang penghasilan.

    FAQ seputar Pengertian Penghasilan dan Perbedaanya dengan Pendapatan

    Apa perbedaan utama penghasilan dan pendapatan?

    Pendapatan adalah total uang masuk (kotor), sedangkan penghasilan adalah sisa uang setelah dikurangi semua biaya (bersih).

    Apa contoh pendapatan?

    Contohnya omzet penjualan, gaji sebelum dipotong, atau pemasukan dari jasa.

    Apa contoh penghasilan?

    Contohnya laba bersih bisnis atau gaji yang sudah dikurangi pajak dan biaya lain.

    Mengapa penghasilan lebih penting dalam keuangan?

    Karena penghasilan menunjukkan keuntungan nyata setelah semua pengeluaran diperhitungkan.

    Apakah pendapatan selalu menghasilkan penghasilan?

    Tidak. Jika biaya lebih besar dari pendapatan, maka bisa terjadi kerugian (penghasilan negatif).

Share Article

Related Articles

See More