2 Jenis Bahan Bakar Pesawat yang Umum Digunakan

Ada beberapa jenis bahan bakar pesawat yang umum digunakan dalam dunia penerbangan modern, yakni avtur dan avgas.
Avtur digunakan untuk pesawat bermesin turbin atau jet. Variannya seperti Jet A-1, Jet A, dan Jet B.
Avgas dipakai untuk pesawat bermesin piston. Variannya seperti Avgas 100, 100LL, dan 82UL.
Bahan bakar menjadi komponen vital yang tak bisa dilepaskan dari penggunaan pesawat. Sama halnya seperti motor atau mobil, pesawat juga butuh bahan bakar agar bisa melaju sebagaimana mestinya.
Namun, bahan bakar yang dipakai pesawat tentu berbeda dari mobil atau kendaraan lainnya. Dalam praktiknya, industri aviasi modern umumnya menggunakan beberapa jenis bahan bakar utama yang dirancang khusus sesuai kebutuhan operasionalnya. Masing-masing juga memiliki sub-jenis dengan spesifikasi berbeda yang disesuaikan untuk tipe pesawatnya.
Lantas, apa saja jenis bahan bakar pesawat yang umum digunakan? Berikut ini ulasannya yang bisa kamu simak!
1. Avtur

Bicara bahan bakar pesawat, satu nama yang sudah sangat familiar di telinga banyak orang adalah avtur. Jenis bahan bakar ini memang digunakan mayoritas pesawat komersial di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Buat yang belum tahu, avtur sendiri adalah singkatan dari Aviation Turbine Fuel. Jenis bahan bakar ini digunakan untuk pesawat dengan mesin turbin atau jet.
Pada sumbernya, avtur berasal dari hasil penyulingan minyak bumi yang dibuat menjadi produk bahan bakar. Setelah disuling, avtur diolah lagi bersama tambahan aditif seperti antioksidan dan bahan kimia lain untuk memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang diperlukan.
Nah, avtur juga terbagi menjadi beberapa jenis yang umum digunakan di dunia penerbangan. Berikut di antaranya:
Jet A-1
Jet A-1 menjadi jenis avtur yang paling banyak digunakan secara global. Bahan bakar ini memiliki titik beku rendah mencapai -47°C. Karakteristik tersebut membuatnya cocok untuk penerbangan jarak jauh di ketinggian yang memiliki suhu ekstrem. Stabilitas dan tingkat keamanan yang dimiliki membuat jenis ini menjadi pilihan utama maskapai penerbangan komersial.
Jet A
Berikutnya ada Jet A. Karakteristiknya mirip dengan Jet A-1, namun titik bekunya sedikit lebih tinggi, yaitu sekitar -40°C. Penggunaannya lebih sering untuk pesawat latih atau pesawat yang tidak terbang terlalu tinggi.
Jet B
Lanjut, ada Jet B. Karakteristiknya lebih ringan, sehingga cocok dipakai di wilayah dengan suhu ekstrem. Kemudian, jenis ini juga memiliki flammability tinggi dan memerlukan penanganan yang ekstra dalam penyimpanan maupun distribusinya.
Avtur untuk militer
Selain penggunaan sipil atau komersial, avtur juga memiliki sub-jenis khusus untuk pesawat militer. Jenis ini biasanya memakai simbol JP (Jet Propellant). Contohnya seperti JP-4 dengan spesifikasi titik beku rendah, JP-5 berwarna kuning dengan titik beku -46°C hingga JP-8 yang menjadi varian paling umum di berbagai negara.
2. Avgas

Jenis bahan bakar pesawat berikutnya adalah avgas atau Aviation Gasoline. Berbeda dari avtur yang dipakai untuk pesawat dengan mesin turbin atau jet, avgas digunakan untuk pesawat bermesin piston.
Pada sumbernya, avgas diolah dari gasoline atau bensin yang sudah dilakukan penyesuaian terhadap sejumlah aspeknya, termasuk titik beku, titik didih, volatilitas hingga flash point. Jenis bahan bakar ini juga memiliki beberapa sub-jenis dengan sejumlah karakteristiknya yang berbeda. Berikut di antaranya:
Avgas 100
Avgas 100 memiliki nilai oktan yang tinggi berkat tambahan zat aditif timbal (lead). Ciri khas jenis ini adalah warnanya yang hijau.
Avgas 100LL (Low Lead)
Kemudian, ada avgas 100LL. Sesuai namanya, bahan bakar ini memiliki kandungan timbal yang lebih rendah dibandingkan varian Avfas 100. Lalu, warnanya juga berbeda, yakni biru.
Avgas 82UL
Ada lagi avgas 82UL. Jenis ini termasuk bahan bakar tanpa timbal (unleaded), jadi berbeda dengan varian sebelumnya. Bahan bakarnya berwarna ungu dan biasa dipakai untuk mesin pesawat berkompresi rendah.
Perbedaan bahan bakar pesawat dengan bahan bakar kendaraan lain

Bahan bakar pesawat memiliki sejumlah perbedaan mendasar dibandingkan bahan bakar lain seperti bensin kendaraan atau solar. Maka dari itu, jenisnya tak bisa diganti secara sembarangan. Berikut karakteristiknya:
Kemampuan di kondisi ekstrem
Bahan bakar pesawat dirancang untuk mampu bekerja dalam kondisi ekstrem. Misal seperti suhu sangat rendah di ketinggian dan tekanan tinggi. Contoh mudahnya adalah avtur jet A-1 yang dibuat khusus untuk suhu sangat rendah hingga -47 derajat Celcius.
Standar keamanan
Perbedaan berikutnya terletak pada standar kualitas dan keamanan yang jauh lebih ketat. Bahan bakar pesawat seperti avtur dan avgas harus memenuhi spesifikasi internasional yang tinggi karena menyangkut keselamatan penerbangan.
Distribusi dan penyimpanan
Perbedaan lainnya terletak pada aspek distribusi dan penyimpanan. Bahan bakar pesawat biasanya melalui sistem distribusi yang ketat dan steril untuk menghindari kontaminasi yang bisa membahayakan mesin pesawat. Bahkan, proses pengisian bahan bakar ke pesawat pun dilakukan dengan prosedur khusus yang tidak ditemui pada pengisian bahan bakar kendaraan biasa.
Demikianlah tadi ulasan mengenai jenis bahan bakar pesawat yang umum digunakan. Semoga informasi bermanfaat, ya!
FAQ seputar jenis bahan bakar pesawat
| Pesawat terbang berbahan bakar apa? | Tergantung mesin yang dipakai, umumnya ada dua jenis bahan bakar yang umum digunakan. Masing-masing adalah avtur dan avgas. |
| Apa beda avtur dan avgas? | Perbedaan utama terletak pada jenis mesin pesawatnya. Avgas digunakan untuk mesin piston, sedangkan avtur dipakai pada mesin turbin/jet. |
| Apa saja jenis bahan bakar pesawat? | Saat ini, ada beberapa jenis bahan bakar pesawat yang biasa digunakan. Masing-masing adalah avtur untuk pesawat dengan mesin turbin atau jet, serta avgas untuk pesawat bermesin piston. |


















