Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hemat Bukan Berarti Stop Belanja, Ini Cara Cerdas Mengatur Pengeluaran
Obrolan Flip bersama Gank Mentri Ceria dalam kampanye Teman Hemat Tiap Hari. Lima anggota Gank Mentri Ceria, yakni Luna Maya, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan. (Dok. Flip)
  • Mengatur pengeluaran tidak berarti berhenti belanja; kuncinya membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memaksimalkan barang yang masih layak pakai tanpa terpaku tren.
  • Belanja lebih hemat dapat dilakukan dengan menunggu waktu atau penawaran tepat, serta memilih barang berkualitas dan tahan lama agar tidak perlu sering membeli ulang.
  • Flip dan Gank Mentri Ceria menyoroti cashback sebagai keuntungan transaksi; melalui Flip Deals, pengguna disebut bisa mendapat cashback hingga 60 persen di berbagai marketplace.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus berjalan, mengatur pengeluaran bukan berarti harus berhenti membeli barang yang diinginkan. Justru, kebiasaan hemat bisa dimulai dari cara seseorang membuat keputusan sebelum dan saat melakukan transaksi.

Hemat juga tidak selalu berarti memilih barang dengan harga paling murah. Konsumen bisa tetap berbelanja dengan lebih leluasa selama memahami kebutuhan, mempertimbangkan waktu pembelian, serta memanfaatkan keuntungan yang tersedia dari setiap transaksi.

Gambaran mengenai kebiasaan tersebut menjadi bagian dari obrolan Flip bersama Gank Mentri Ceria dalam kampanye Teman Hemat Tiap Hari. Lima anggota Gank Mentri Ceria, yakni Luna Maya, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan, membagikan kebiasaan mereka ketika berbelanja dan mengatur pengeluaran.

Dari obrolan tersebut, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan untuk membuat aktivitas belanja tetap menyenangkan tanpa mengabaikan kondisi keuangan.

1. Bedakan barang yang dibutuhkan dan sekadar diinginkan

Melaney Ricardo dan anak liburan di Bali (instagram.com/melaney_ricardo)

Salah satu cara paling sederhana untuk mengendalikan pengeluaran adalah memahami apakah barang yang akan dibeli memang dibutuhkan. Melaney Ricardo, misalnya, memiliki prinsip untuk tidak terburu-buru mengganti barang yang masih layak digunakan. Selama barang tersebut masih berfungsi dengan baik, ia tidak merasa perlu menggantinya hanya karena mengikuti tren.

Kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa keputusan belanja tidak harus selalu mengikuti apa yang sedang populer. Memaksimalkan barang yang sudah dimiliki juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan hemat.

2. Tak ada salahnya menunggu waktu yang tepat

potret Edric Tjandra (instagram.com/edrictjandra)

Waktu pembelian juga dapat menjadi pertimbangan ketika ingin mendapatkan harga atau penawaran yang lebih menarik. Edric Tjandra mengaku kerap memanfaatkan waktu-waktu tertentu untuk berbelanja karena percaya ada penawaran yang lebih menarik. Kebiasaan tersebut bahkan diterapkan ketika membeli tiket pesawat.

Dengan demikian, tidak selalu harus terburu-buru melakukan transaksi. Jika barang atau kebutuhan tersebut tidak mendesak, menunggu momen yang tepat dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatur pengeluaran.

3. Pertimbangkan kualitas dan umur pakai barang

Luna Maya (instagram.com/lunamaya)

Hemat bukan berarti selalu memilih barang dengan harga paling rendah. Mempertimbangkan kualitas dan berapa lama barang tersebut dapat digunakan juga penting.

Iwet Ramadhan memiliki kebiasaan berburu barang-barang klasik atau seasonless. Menurutnya, barang dengan karakter tersebut bisa tetap digunakan dalam jangka panjang dan tidak mudah kehilangan relevansi hanya karena tren berganti.

Memilih barang yang bisa digunakan lebih lama pada akhirnya dapat membantu mengurangi kebiasaan membeli barang yang sama berulang kali.

4. Cari keuntungan tambahan dari setiap transaksi

ilustrasi Flip deals (Dok Flip)

Selain memperhatikan barang yang dibeli, proses transaksi juga bisa menjadi bagian dari strategi berhemat. Salah satunya dengan memanfaatkan program cashback. Kebiasaan tersebut dilakukan Luna Maya ketika berbelanja online. Ia mengaku senang mengumpulkan cashback dan berusaha mendapatkan keuntungan tambahan dari transaksi yang dilakukan.

Melalui fitur Flip Deals, pengguna dapat memperoleh cashback hingga 60 persen saat berbelanja di berbagai marketplace. Luna sendiri mengaku telah mengumpulkan cashback hingga Rp1,6 juta di akun Flip Deals miliknya. Salah satu transaksi yang diingatnya adalah ketika membeli tumbler dengan cashback hampir Rp40 ribu. Sebelumnya, ia juga memperoleh cashback hampir Rp400 ribu ketika membeli hair dryer.

“Aku senang kumpulin cashback. Kalau belanja, aku maunya tetap dapat sesuatu balik. Pokoknya teman hemat aku itu dari Flip Deals,” ujar Luna.

Pengguna dapat mengakses Flip Deals melalui aplikasi Flip sebelum melanjutkan transaksi di marketplace. Setelah transaksi selesai, cashback akan diproses ke akun pengguna.

Head of Marketing Flip, Winardi Cristian, mengatakan fokus layanan Flip yang mencakup send, spend, dan save ditujukan agar layanan tersebut tetap relevan dengan kebutuhan finansial sehari-hari.

“Flip Deals sendiri hadir untuk membantu masyarakat berhemat saat berbelanja dengan memberikan tambahan cashback di berbagai e-commerce. Kami senang melihat bahwa kebiasaan mencari cara untuk lebih hemat ternyata relevan bagi siapa saja, termasuk Gank Mentri Ceria dengan gaya hidup yang berbeda-beda,” kata Winardi.

5. Temukan cara hemat yang sesuai dengan kebiasaan sendiri

Obrolan Flip bersama Gank Mentri Ceria dalam kampanye Teman Hemat Tiap Hari. Lima anggota Gank Mentri Ceria, yakni Luna Maya, Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan. (Dok. Flip)

Pada akhirnya, cara setiap orang dalam mengatur pengeluaran bisa berbeda. Ada yang memilih menunggu diskon, membeli barang yang lebih awet, tidak mudah mengikuti tren, atau memanfaatkan cashback dari transaksi yang dilakukan.

Hal terpenting adalah membuat keputusan yang lebih sadar sebelum mengeluarkan uang. Dengan begitu, hemat tidak harus selalu diterjemahkan sebagai berhenti berbelanja, melainkan mencari cara agar setiap transaksi memberikan manfaat yang lebih optimal.

Pesan tersebut turut dibawa Flip melalui kolaborasinya dengan Gank Mentri Ceria. Alih-alih dilakukan di studio, obrolan Teman Hemat Tiap Hari digelar di dalam sebuah truk yang berkeliling Jakarta.

Konsep tersebut membuat percakapan soal kebiasaan hemat hadir lebih dekat dengan keseharian masyarakat. Aktivitas itu juga menarik perhatian pengguna jalan dan netizen di media sosial.

Lewat obrolan tersebut, kebiasaan hemat ditunjukkan sebagai sesuatu yang bisa dilakukan melalui langkah-langkah sederhana. Mulai dari membeli sesuai kebutuhan, memilih barang yang tepat, menunggu waktu pembelian, hingga memanfaatkan keuntungan tambahan dari setiap transaksi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article