Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Ide Bisnis Peternakan yang Nggak Banyak Gaya tapi Selalu Ada Pembeli

Ilustrasi peternakan kambing
Ilustrasi peternakan kambing (pexels.com/Irina Novikova)
Intinya sih...
  • Peternakan ayam petelur memiliki pasar yang luas dan stabil, dengan siklus panen yang cepat dan cash flow konsisten.
  • Peternakan lele memiliki konsumsi luas, modal terjangkau, waktu panen cepat, dan pasar yang tidak ribet.
  • Peternakan cacing tanah memiliki pasar jelas untuk pakan ternak, umpan, dan bahan pupuk organik dengan modal kecil dan hasil konsisten.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bisnis peternakan sering dianggap kuno, kotor, dan kurang keren dibanding bisnis digital atau usaha yang viral di media sosial. Padahal, justru di situlah kekuatannya. Banyak usaha ternak yang jalan tanpa banyak pamer, tapi pembelinya selalu ada dari tahun ke tahun.

Permintaan pasar yang stabil bikin peternakan jadi salah satu jenis usaha yang tahan banting. Selama orang masih butuh makan, produk peternakan akan tetap dicari. Nah, berikut ini tujuh ide bisnis peternakan yang nggak banyak gaya tapi selalu ada pembeli. Scroll dibawah ini!

1. Peternakan ayam petelur

Ilustrasi peternakan ayam petelur
Ilustrasi peternakan ayam petelur (pexels.com/Alison Burrell)

Ayam petelur termasuk bisnis yang minim gaya, tapi punya pasar yang jelas dan luas. Telur adalah bahan makanan harian yang dibutuhkan rumah tangga, warung makan, hingga industri makanan. Selama produksi terjaga, hasil penjualan bisa berjalan rutin tanpa perlu promosi berlebihan.

Keunggulan lainnya, siklus panen telur relatif cepat dan bisa diprediksi. Meskipun harga kadang naik turun, permintaan tidak pernah benar-benar hilang. Banyak peternak bertahan puluhan tahun hanya dari ayam petelur karena cash flow konsisten.

2. Peternakan lele

Ternak Lele
Ternak Lele (pixabay.com/DEZALB)

Lele adalah contoh usaha peternakan yang sederhana tapi tahan krisis. Konsumsinya luas, dari warung pecel lele sampai rumah tangga. Modalnya relatif terjangkau dan bisa dimulai dari skala kecil.

Keunggulan lain dari ternak lele adalah waktu panen yang cepat dan pasar yang tidak ribet. Selama kualitas terjaga, pembeli biasanya datang sendiri. Tidak heran banyak peternak lele bertahan lama tanpa perlu ekspansi besar-besaran.

3. Peternakan cacing tanah

Ilustrasi cacing tanah
Ilustrasi cacing tanah (pexels.com/Sippakorn Yamkasikorn)

Meski terdengar tidak biasa, peternakan cacing tanah punya pasar yang jelas untuk pakan ternak, umpan, dan bahan pupuk organik. Permintaan datang dari petani, pemancing, hingga pelaku usaha pertanian. Modalnya kecil dan bisa dijalankan di ruang terbatas. Banyak yang menjadikannya usaha sampingan karena perawatannya sederhana dan hasilnya konsisten.

4. Peternakan kambing

Ilustrasi peternakan kambing
Ilustrasi peternakan kambing (pexels.com/Irina Novikova)

Peternakan kambing dan domba sering dianggap musiman karena ramai saat Idul Adha. Padahal, di luar momen kurban, permintaan tetap ada untuk aqiqah, hajatan, hingga kebutuhan konsumsi harian.

Selain itu, harga jual kambing dan domba cenderung naik dari waktu ke waktu. Banyak peternak memanfaatkan sistem penggemukan untuk meningkatkan nilai jual. Bisnis ini cocok untuk yang sabar dan tidak mengejar hasil instan, tapi ingin keuntungan yang masuk akal.

5. Peternakan sapi potong

Ilustrasi peternakan sapi
Ilustrasi peternakan sapi (pexels.com/Mark Stebnicki)

Sapi potong memang butuh modal dan waktu lebih lama, tapi pasarnya jelas dan cenderung stabil. Permintaan datang dari rumah potong, pengepul, hingga acara besar seperti hajatan dan hari raya. Nilai jual sapi yang tinggi membuat margin keuntungannya terasa meski perputaran modal lebih lambat. Peternakan ini jarang terlihat ramai di media sosial, tapi banyak pelakunya yang hidup tenang karena bisnisnya berjalan konsisten.

6. Peternakan telur puyuh

Ilustrasi peternakan burung puyuh
Ilustrasi peternakan burung puyuh (pexels.com/ArtHouse Studio)

Telur puyuh punya pasar yang stabil, terutama di warung makan, katering, dan penjual jajanan. Permintaannya tidak musiman dan cenderung rutin. Meski harga per butir kecil, volume penjualan yang besar membuat perputaran uang tetap terasa.

Selain itu, puyuh mulai bertelur lebih cepat dibanding ayam. Dengan manajemen pakan dan kandang yang rapi, peternakan ini bisa menghasilkan pemasukan harian tanpa perlu promosi berlebihan.

7. Peternakan sapi perah

Ilustrasi peternakan sapi perah
Ilustrasi peternakan sapi perah (pexels.com/Samiru Sandeepa)

Sapi perah sering diasosiasikan dengan usaha besar, padahal skala kecil pun tetap punya peluang. Susu segar selalu dibutuhkan oleh pengepul, UMKM olahan susu, hingga konsumen langsung.

Keuntungan utamanya ada pada pemasukan rutin. Selama sapi sehat dan produksi susu stabil, peternak bisa menikmati arus kas harian yang cukup aman.

Memulai bisnis peternakan adalah salah satu opsi yang sangat direkomendasikan, terlebih lagi jika usaha peternakan tersebut bisa menghasilkan pemasukan yang stabil. Tertarik dengan memuali bisnis peternakan seperti di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
Jujuk Ernawati
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Pekerjaan yang Bisa Kamu Lakukan Saat Kepepet Butuh Uang

08 Jan 2026, 23:00 WIBBusiness