Comscore Tracker

4 Cara Mengatur Keuangan bagi Perempuan Karier 

Kenali tujuan finansial jangka pendek dan panjang, ya!

Jakarta, IDN Times - Tak hanya laki-laki, perempuan juga butuh perencanaan keuangan yang baik loh. Menurut survei “Financial Experience & Behaviours Among Women Study” yang dirilis Prudential pada 2015, terjadi pertumbuhan kesadaran perempuan terkait perencanaan keuangan. 

Studi tersebut menyebutkan perempuan lajang atau yang sudah bercerai akan cenderung menjaga kesehatan keuangannya di masa depan. Sementara itu, 27 persen perempuan yang sudah menikah juga melakukan hal yang sama. Mereka bahkan memegang kontrol penuh atas perencanaan keuangannya sendiri.

Lifepal menyusun sejumlah tips perencanaan keuangan bagi perempuan karier dan berniat memulai rumah tangga di masa yang akan datang. Simak, ya!

Baca Juga: 4 Cara Mengatur Keuangan agar Bisa Beli Rumah dalam Waktu Dekat

1. Biasakan untuk mengukur pengeluaran

4 Cara Mengatur Keuangan bagi Perempuan Karier Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Mengetahui jumlah rata-rata pengeluaran akan sangat membantumu dalam menjaga kesehatan. Karena dengan tolok ukur inilah, kamu bisa menentukan berapa dana darurat yang harus dimiliki untuk berjaga-jaga ketika kehilangan atau kekurangan penghasilan bulanan.

Dengan mengetahui rata-rata pengeluaran, kamu pun bisa dengan mudah memproyeksikan kebutuhan biaya hidup di masa tua nanti. Biasakanlah untuk mencatat dan menentukan pengeluaranmu setiap bulan untuk hal yang bersifat kebutuhan dan keinginan. Pastikan selisih pemasukan dan pengeluaran setiap bulan setara dengan 10 persen pemasukan. 

Hindari berutang untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli barang-barang di luar kebutuhan agar bisa hidup lebih hemat. 

2. Gunakan asuransi untuk melindungi keuanganmu

4 Cara Mengatur Keuangan bagi Perempuan Karier Ilustrasi Aset (IDN Times/Mardya Shakti)

Tanpa proteksi, bisa saja kamu menjual aset-aset ketika harus berhadapan dengan risiko-risiko dalam hidup seperti jatuh sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya. Itu sebabnya sangat penting untuk memiliki asuransi atau jaminan kesehatan.

Lantas asuransi seperti apa yang sebaiknya dimiliki perempuan?

Apabila “menikah” adalah salah satu dari tujuan hidup, maka asuransi jiwa belum tentu menjadi pilihan yang tepat kecuali kamu yang akan menjadi pencari nafkah utama.  Namun, asuransi kesehatan tentu wajib dimiliki mengingat biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut survei Willis Towers Watson, kenaikan biaya kesehatan secara gross berkisar antara 10 persen hingga 11 persen per tahun. 

Baca Juga: Kapan Kamu Perlu Evaluasi Keuangan Keluargamu? Kenali 5 Kondisinya

3. Kenali tujuan finansial baik jangka pendek maupun panjang

4 Cara Mengatur Keuangan bagi Perempuan Karier Ilustrasi belanja (IDN Times/Arief Rahmat)

Tanpa menunda-nunda, petakanlah tujuan-tujuan finansialmu sedini mungkin. Dengan mengetahui tujuan finansial, kamu pun bisa dengan mudah mengalokasikan dana untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Kalau kamu bercita-cita untuk menikah di kemudian hari, hal inilah yang harus menjadi perhatian. Apalagi, beberapa tradisi adat di Indonesia cenderung mengharuskan perempuan menanggung biaya pernikahan, sedangkan sumbangan dari pihak laki-laki sifatnya sukarela. 

Biaya pernikahan, baik di masa pandemik maupun tidak di masa pandemik tentu saja tidak murah. Apalagi jika keluarga kita menghendaki adanya upacara adat dalam pesta pernikahan.

Selain pernikahan, lakukan pula perencanaan keuangan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lain dalam jangka waktu berbeda. Sebut saja tujuan membeli aset pribadi, kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil sertifikasi dan lain sebagainya. 

4. Jika kamu menghendaki joint income, maka perhatikanlah beberapa pengeluaran ini

4 Cara Mengatur Keuangan bagi Perempuan Karier Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Bila kamu dan calon pasangan menghendaki sistem joint income saat berumah tangga, akan ada beberapa pengeluaran maupun tujuan finansial yang harus kamu perhatikan. Hal itu antara lain adalah kenaikan biaya hidup usai melahirkan dan biaya pendidikan anak untuk jenjang tinggi.

Ketika tiba saatnya kamu menikah, besar kemungkinan pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami. Namun, biaya membesarkan anak tentu tidaklah murah, apalagi akan ada kenaikan biaya pendidikan untuk anak di masa depan. 

Kamu pun bisa mempersiapkan kedua hal itu sedini mungkin, sebelum kamu naik ke pelaminan, jika memang kondisi kesehatan finansial sudah baik. Pastikan untuk mengumpulkan dana tersebut dengan berinvestasi, bukan menabung.

Pilihlah instrumen investasi sesuai dengan profil risiko dan tenor investasi, semakin pendek jangka waktu investasi maka pilihlah instrumen dengan volatilitas rendah. Namun makin lama tenor investasi, makin fleksibel pula pilihan instrumennya. 

Itulah hal-hal yang patut diketahui seputar perencanaan keuangan untuk perempuan karier yang bercita-cita menikah di kemudian hari. Pastikan pula untuk selalu konsisten dalam menjaga kesehatan keuangan dan merencanakan tujuan-tujuan finansial.

Baca Juga: Tips bagi Kamu yang Mau Ganti Haluan ke Bisnis Online

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya