10 Jenis Kalung Emas yang Tidak Mudah Putus untuk Investasi

- Rantai kotak memiliki struktur geometris yang solid dan umumnya menggunakan emas berkadar 17K hingga 18K. Harganya berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp7 juta.
- Rantai figaro mengombinasikan estetika dan ketahanan dengan harga mulai Rp3 juta hingga Rp10 juta.
- Rantai tali dikenal kuat berkat pilinan rapat, biasanya dibuat dari emas berkadar 17K hingga 22K dengan harga dimulai dari Rp5 juta.
Kalung emas tidak hanya berfungsi sebagai aksesori penunjang penampilan, tetapi juga sering dijadikan aset bernilai untuk investasi jangka panjang. Banyak orang di Indonesia memilih kalung emas sebagai tabungan, simbol komitmen, hingga warisan keluarga karena nilainya relatif stabil. Namun, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika kalung yang dipilih memiliki struktur kuat dan tidak mudah rusak.
Sayangnya, masih banyak pembeli yang kurang memperhatikan jenis rantai dan bahan pembuatan saat membeli kalung emas. Akibatnya, kalung yang seharusnya awet justru mudah putus dan kehilangan nilai ekonominya. Berikut sepuluh jenis kalung emas yang dikenal kuat, awet, dan tidak mudah putus.
1. Rantai kotak memiliki struktur geometris yang solid

Rantai kotak atau box chain tersusun dari mata rantai berbentuk persegi yang saling terhubung rapat satu sama lain. Desain geometris ini membuat struktur rantai menjadi stabil dan tidak mudah berubah bentuk. Tekanan yang diterima rantai akan tersebar ke seluruh bagian secara merata. Inilah alasan utama mengapa rantai kotak termasuk jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Dalam proses pembuatannya, rantai kotak umumnya menggunakan emas berkadar 17K hingga 18K yang dicampur dengan logam lain agar tidak terlalu lunak. Campuran tersebut membantu meningkatkan kekerasan tanpa menghilangkan kilau emas. Selain itu, sambungan antar mata rantainya dibuat presisi untuk mengurangi risiko patah. Hasilnya, rantai ini cukup tangguh untuk pemakaian sehari-hari.
Dari sisi harga, kalung rantai kotak biasanya berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp7 juta, tergantung bobot dan ketebalannya. Harganya relatif seimbang dengan daya tahan yang ditawarkan. Tak heran jika rantai kotak sering dipilih sebagai perhiasan pertama atau investasi awal. Desainnya yang timeless juga membuatnya tidak mudah ketinggalan tren.
2. Rantai figaro mengombinasikan estetika dan ketahanan

Rantai figaro memiliki ciri khas berupa susunan mata rantai besar dan kecil yang disusun berselang-seling. Pola ini bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga berfungsi untuk mendistribusikan beban secara lebih merata. Dengan begitu, tekanan tidak hanya bertumpu pada satu titik saja. Hal ini membuat rantai figaro termasuk jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Sebagian besar rantai figaro dibuat dari emas 18K dengan teknik solder padat pada setiap sambungannya. Teknik ini bertujuan memperkuat titik-titik rawan patah pada rantai. Selain itu, ukuran mata rantai yang bervariasi membuat rantai lebih fleksibel saat mengikuti pergerakan tubuh. Fleksibilitas ini membantu mengurangi risiko kerusakan akibat tarikan mendadak.
Untuk harganya, kalung rantai figaro biasanya dibanderol mulai Rp3 juta hingga Rp10 juta. Rentang harga tersebut dipengaruhi oleh ketebalan, panjang, serta bobot emas yang digunakan. Meski tergolong klasik, model ini tetap diminati karena kuat dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya. Rantai figaro pun sering dijadikan perhiasan lintas generasi.
3. Rantai tali dikenal kuat berkat pilinan rapat

Rantai tali atau rope chain memiliki desain menyerupai tambang dengan pilinan emas yang saling mengunci. Struktur pilinan ini membuat setiap bagian rantai saling menopang satu sama lain. Semakin rapat pilinannya, semakin kuat pula daya tahannya. Inilah yang membuat rantai tali dikenal sebagai jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Dalam pembuatannya, rantai tali biasanya menggunakan emas berkadar 17K hingga 22K. Kadar emas yang lebih rendah membuatnya lebih keras, sementara kadar tinggi memberikan kilau yang lebih mewah. Kombinasi ini memungkinkan produsen menyesuaikan kekuatan dan estetika sesuai kebutuhan. Proses pembuatannya juga tergolong rumit karena membutuhkan presisi tinggi.
Harga kalung rantai tali umumnya dimulai dari Rp5 juta dan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Nilai tersebut sebanding dengan kekuatan dan kompleksitas desainnya. Meski tampilannya cenderung klasik, daya tahannya membuat rantai ini cocok untuk investasi jangka panjang. Rantai tali juga sering dipilih untuk menopang liontin berbobot besar.
4. Rantai cuban link unggul menahan beban berat

Rantai cuban link tersusun dari mata rantai oval pipih yang saling mengunci dengan sangat rapat. Struktur ini membuat rantai terasa padat dan berat saat dikenakan. Kerapatan sambungannya membantu mengurangi risiko patah akibat tarikan kuat. Oleh karena itu, rantai cuban link termasuk jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Sebagian besar rantai cuban link dibuat dari emas 18K hingga 22K dengan tambahan logam campuran agar lebih keras. Ketebalan rantai menjadi faktor utama yang menentukan kekuatannya. Semakin tebal dan berat, semakin tinggi pula ketahanannya terhadap tekanan. Proses pembuatannya juga memperhatikan detail agar setiap sambungan benar-benar kuat.
Dari segi harga, rantai cuban link biasanya dibanderol mulai Rp10 juta dan bisa jauh lebih tinggi. Harga tersebut sebanding dengan bobot emas dan citra mewah yang ditawarkan. Model ini sering dipilih sebagai perhiasan investasi bernilai tinggi. Selain awet, tampilannya juga memberi kesan tegas dan eksklusif.
5. Rantai gandum memiliki jalinan kompleks dan fleksibel

Rantai gandum atau wheat chain dibentuk dari beberapa untaian mata rantai oval yang dipelintir bersamaan. Desain ini menciptakan struktur yang saling mengunci dari berbagai arah. Tekanan yang diterima rantai akan tersebar ke banyak titik. Karena itu, rantai gandum dikenal sebagai jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Dalam proses produksinya, rantai gandum umumnya dibuat dari emas 14K hingga 18K. Kadar ini dipilih karena memberikan keseimbangan antara kekuatan dan kilau. Selain itu, rantai gandum memiliki permukaan yang halus sehingga nyaman dipakai. Fleksibilitasnya juga membuatnya tidak mudah kusut.
Harga rantai gandum relatif terjangkau, mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta. Dengan harga tersebut, kamu sudah mendapatkan kalung yang kuat dan estetis. Model ini cocok untuk pemakaian harian maupun koleksi jangka panjang. Tak heran jika rantai gandum banyak digunakan oleh merek perhiasan ternama.
6. Rantai ular tampil halus tetapi konstruksinya padat

Rantai ular memiliki tampilan halus dan licin dengan struktur menyerupai tabung fleksibel. Meski terlihat lembut, sambungan antar lempengan emasnya sangat rapat. Kerapatan ini membuat rantai tidak mudah tersangkut pada pakaian atau rambut. Hal tersebut menjadikannya jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Umumnya, rantai ular dibuat dari emas 17K hingga 18K agar cukup kuat namun tetap lentur. Kadar emas ini memungkinkan rantai mengikuti lekuk tubuh tanpa mudah patah. Namun, pengguna tetap disarankan untuk menghindari menekuk rantai secara ekstrem. Perawatan yang tepat akan memperpanjang usia pakainya.
Dari segi harga, rantai ular biasanya dijual mulai Rp3,5 juta hingga belasan juta rupiah. Perbedaan harga dipengaruhi oleh diameter dan bobot emasnya. Meski tidak cocok untuk liontin berat, rantai ini unggul dari sisi kenyamanan. Desainnya yang elegan juga cocok untuk gaya minimalis.
7. Rantai Singapura memantulkan cahaya sekaligus kuat

Rantai Singapura merupakan modifikasi dari rantai curb yang dipelintir dengan presisi tinggi. Proses pemelintiran ini menghasilkan efek kilau yang menarik saat terkena cahaya. Selain estetis, struktur berpilin juga meningkatkan elastisitas rantai. Elastisitas ini membantu rantai menahan tarikan tanpa mudah putus.
Sebagian besar rantai Singapura dibuat dari emas 16K hingga 18K. Kadar tersebut dipilih agar rantai tetap kuat meski desainnya ramping. Sambungan yang presisi membantu mengurangi titik lemah pada rantai. Dengan perawatan yang tepat, rantai ini bisa bertahan lama.
Harga rantai Singapura relatif terjangkau, berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Meski harganya ramah, daya tahan yang ditawarkan cukup baik. Model ini cocok untuk kamu yang menginginkan kalung kuat dengan tampilan berkilau. Rantai Singapura juga sering dijadikan hadiah karena desainnya elegan.
8. Rantai foxtail memiliki kerapatan tinggi

Rantai foxtail disusun dari mata rantai kecil berbentuk V atau segi empat yang saling mengunci rapat. Pola anyaman ini menciptakan struktur yang padat dan stabil. Kerapatan sambungan membuat rantai terasa berat dan kokoh. Karena itu, rantai foxtail termasuk jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Dalam pembuatannya, rantai foxtail biasanya menggunakan emas 18K dengan teknik anyaman padat. Teknik ini membutuhkan ketelitian tinggi agar setiap mata rantai terkunci sempurna. Selain kuat, hasil akhirnya juga terlihat rapi dan mewah. Tidak heran jika model ini sering dipilih untuk perhiasan formal.
Harga rantai foxtail berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp8 juta. Harga tersebut sebanding dengan kompleksitas desain dan kekuatannya. Rantai ini cocok untuk pemakaian jangka panjang maupun koleksi bernilai. Dengan perawatan yang baik, tampilannya bisa tetap prima bertahun-tahun.
9. Rantai byzantine menawarkan kekuatan maksimal

Rantai byzantine dikenal dengan desain jalinan rumit yang memiliki banyak titik sambungan. Setiap mata rantai saling terkait dengan beberapa tautan lain. Struktur ini membuat rantai sangat stabil dan tahan tekanan. Oleh karena itu, rantai byzantine sering disebut sebagai salah satu jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Umumnya, rantai byzantine dibuat dari emas 18K dengan pengerjaan manual presisi. Proses pembuatannya memerlukan keahlian tinggi karena desainnya cukup kompleks. Setiap sambungan harus dibuat kuat agar tidak menjadi titik lemah. Hasilnya adalah rantai yang kokoh sekaligus bernilai seni tinggi.
Harga rantai byzantine biasanya mulai Rp4 juta hingga Rp12 juta. Nilai tersebut dipengaruhi oleh bobot emas dan tingkat kerumitan desain. Selain awet, rantai ini juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Tak jarang, rantai byzantine dijadikan perhiasan warisan keluarga.
10. Rantai rolo double link menahan tarikan ekstrem

Rantai rolo double link menggunakan mata rantai bulat ganda yang saling menguatkan. Desain sambungan ganda ini membuat rantai lebih tahan terhadap tarikan dibandingkan rolo tunggal. Tekanan yang diterima akan terbagi ke dua lapisan sambungan. Hal ini menjadikannya jenis kalung emas yang tidak mudah putus.
Sebagian besar rantai rolo double link dibuat dari emas 17K hingga 18K. Kadar ini dipilih agar rantai cukup keras namun tetap memiliki kilau emas yang menarik. Struktur bulatnya juga membuat rantai lebih fleksibel saat dipakai. Karena itu, model ini cocok untuk aktivitas sehari-hari.
Harga rantai rolo double link berada di kisaran Rp3,8 juta hingga Rp8,5 juta. Meski tampilannya sederhana, kekuatan yang ditawarkan cukup andal. Model ini sering dipilih oleh mereka yang mengutamakan fungsi dan daya tahan. Rantai rolo double link juga mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
Memilih jenis kalung emas yang tidak mudah putus merupakan langkah penting untuk menjaga nilai estetika sekaligus nilai investasi dalam jangka panjang. Dengan memahami struktur rantai, bahan pembuatan, dan kisaran harga, kamu bisa menentukan kalung emas yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. Perhiasan yang tepat bukan hanya nyaman dipakai hari ini, tetapi juga tetap bernilai untuk disimpan atau diwariskan di masa depan.



















