ilustrasi pertanian (pexels.com/Tran Nam Trung)
Di luar sektor pariwisata, Desa Tugu Selatan tetap memperkuat sektor tradisional seperti pertanian dan peternakan. Klaster peternakan sapi perah menunjukkan perkembangan signifikan, dengan produksi susu mencapai sekitar 2.000 liter per hari. Dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) turut membantu peningkatan populasi ternak dan produktivitas.
Sementara itu, sektor pertanian yang tergabung dalam Gapoktan terus diperkuat melalui bantuan alat pertanian dan pendampingan untuk meningkatkan hasil produksi serta memperluas lahan usaha. Keberhasilan Desa Tugu Selatan tidak terlepas dari implementasi empat pilar utama Program Desa BRILiaN, yaitu penguatan kelembagaan desa, digitalisasi, inovasi berbasis kearifan lokal, serta keberlanjutan. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Program Desa BRILiaN kami arahkan untuk membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis pada kekuatan lokal, termasuk di Desa Tugu Selatan. BRI tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan pengembangan ekosistem usaha agar desa mampu naik kelas secara berkelanjutan. Pendampingan dan pemberdayaan terus kami lakukan untuk memastikan terciptanya nilai tambah ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," pungkas Akhmad. (WEB)