Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula
ilustrasi investasi saham (unsplash.com/Kanchanara)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya membedakan saham murah dan undervalued agar investor pemula tidak salah menilai peluang investasi berdasarkan harga semata.
  • Dijelaskan bahwa analisis fundamental, rasio valuasi, serta prospek bisnis jangka panjang menjadi kunci dalam menentukan apakah saham benar-benar bernilai atau hanya tampak murah.
  • Investor diingatkan untuk tidak terpancing harga rendah per lembar dan perlu memahami sentimen pasar yang memengaruhi harga agar keputusan investasi lebih rasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Dunia saham sering terlihat menarik karena banyak orang berharap dapat memperoleh keuntungan besar dari pergerakan harga pasar. Namun, gak sedikit investor pemula yang masih keliru memahami perbedaan antara saham murah dan saham undervalued. Padahal, keduanya memiliki makna yang sangat berbeda dalam dunia investasi dan dapat memengaruhi keputusan finansial dalam jangka panjang.

Harga saham yang rendah belum tentu menandakan peluang investasi yang bagus. Ada saham yang terlihat murah karena memang kondisi perusahaannya sedang bermasalah, tetapi ada juga saham yang nilainya sebenarnya lebih tinggi dibanding harga pasarnya saat ini.

Karena itu, memahami cara membedakan saham murah dan undervalued menjadi langkah penting agar keputusan investasi terasa lebih rasional dan matang. Yuk, pahami lebih jauh.

Table of Content

1. Perhatikan kondisi fundamental perusahaan

1. Perhatikan kondisi fundamental perusahaan

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula
ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu cara paling penting untuk membedakan saham murah dan saham undervalued adalah melihat kondisi fundamental perusahaan. Fundamental mencerminkan kesehatan bisnis secara menyeluruh, mulai dari pendapatan, laba bersih, utang, sampai kemampuan perusahaan menghasilkan pertumbuhan jangka panjang. Saham yang terlihat murah tetapi memiliki fundamental buruk biasanya menyimpan risiko yang cukup besar.

Sebaliknya, saham undervalued umumnya berasal dari perusahaan yang sebenarnya memiliki kinerja baik tetapi belum dihargai sesuai nilai wajarnya oleh pasar. Kondisi seperti ini sering terjadi karena sentimen sementara atau tekanan pasar jangka pendek. Investor pemula perlu memahami harga rendah saja gak cukup menjadi alasan untuk membeli saham tertentu.

2. Cek rasio valuasi perusahaan

ilustrasi investasi saham
ilustrasi investasi saham (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Rasio valuasi menjadi alat penting untuk mengetahui apakah suatu saham benar-benar murah secara nilai atau hanya murah secara harga. Beberapa rasio yang sering digunakan antara lain price to earnings ratio atau PER serta price to book value atau PBV. Rasio tersebut membantu melihat hubungan antara harga saham dengan kondisi keuangan perusahaan.

Saham undervalued biasanya memiliki valuasi yang lebih rendah dibanding potensi bisnis dan rata-rata industrinya. Namun, saham murah belum tentu memiliki valuasi menarik karena bisa saja perusahaan sedang mengalami penurunan performa yang serius. Memahami rasio valuasi dapat membantu investor pemula melihat kualitas saham secara lebih objektif dan gak sekadar terpaku pada nominal harga.

3. Amati prospek bisnis jangka panjang

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula
ilustrasi menggunakan laptop (unsplash.com/Magnet.me)

Prospek bisnis menjadi pembeda penting antara saham murah dan saham undervalued. Perusahaan dengan masa depan cerah biasanya tetap memiliki peluang pertumbuhan meskipun harga sahamnya sedang turun. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan investor berpengalaman untuk mencari saham bernilai yang belum dilirik pasar.

Sebaliknya, saham murah sering berasal dari perusahaan yang prospek usahanya mulai melemah atau kehilangan daya saing. Penurunan permintaan pasar, utang besar, atau model bisnis yang mulai tertinggal dapat membuat harga saham terus berada di level rendah. Karena itu, investor pemula perlu melihat arah perkembangan bisnis perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

4. Jangan terpancing harga per lembar yang rendah

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula
ilustrasi investasi saham (pexels.com/AlphaTradeZone)

Banyak investor pemula menganggap saham dengan harga ratusan rupiah pasti lebih murah dibanding saham bernilai puluhan ribu rupiah. Padahal, harga per lembar saham gak selalu mencerminkan apakah suatu perusahaan memiliki valuasi menarik atau tidak. Nilai perusahaan tetap harus dilihat dari kapitalisasi pasar dan kondisi bisnis secara keseluruhan.

Ada perusahaan besar berkualitas yang harga sahamnya terlihat mahal tetapi sebenarnya masih undervalued. Sebaliknya, terdapat pula saham berharga rendah yang justru terlalu mahal jika dibanding kondisi fundamentalnya. Cara pandang seperti ini penting dipahami agar keputusan investasi gak hanya berdasarkan ilusi harga murah semata.

5. Pelajari sentimen pasar yang memengaruhi harga

5 Cara Membedakan Saham Murah dan Undervalued bagi Investor Pemula
Perempuan menggunakan laptop (pexels.com/Atlantic Ambience)

Pergerakan harga saham sering dipengaruhi sentimen pasar yang bersifat sementara. Isu ekonomi global, kondisi politik, sampai kepanikan investor dapat membuat harga saham bagus ikut turun dalam waktu tertentu. Situasi seperti ini sering melahirkan peluang saham undervalued bagi investor yang mampu membaca kondisi pasar secara tenang.

Sementara itu, saham murah karena masalah internal perusahaan biasanya mengalami tekanan harga dalam waktu lebih panjang. Penurunan tersebut terjadi karena pasar memang meragukan kemampuan bisnis perusahaan untuk berkembang kembali. Oleh sebab itu, memahami penyebab turunnya harga saham menjadi langkah penting agar investor pemula gak salah membaca peluang investasi.

Memahami perbedaan saham murah dan saham undervalued dapat membantu investor pemula mengambil keputusan yang lebih bijak. Investasi saham bukan sekadar mencari harga paling rendah, tetapi juga memahami kualitas dan potensi bisnis di baliknya. Dengan analisis yang lebih matang, peluang memperoleh hasil investasi yang sehat tentu dapat terasa lebih realistis dan terarah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More