Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kebiasaan Frugal Living yang Gak Worth It, Justru Bikin Rugi!

ilustrasi saving
ilustrasi saving (vecteezy.com/Pansak Boonwan)
Intinya sih...
  • Mengendarai kendaraan jauh demi bensin lebih murah.
  • Keliling banyak toko demi cari harga termurah.
  • Beli barang dalam jumlah besar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani frugal living itu bagus, apalagi kalau kamu ingin mengatur keuangan lebih bijak dalam situasi serba mahal seperti sekarang. Kamu bisa lebih selektif saat belanja dan lebih menghargai apa yang sudah dimiliki.

Tapi, kadang saking semangat berhemat, kamu malah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan demi selisih harga yang sebenarnya kecil banget. Hal seperti ini justru bikin kamu rugi diam-diam, lho. Supaya gak salah langkah, kamu perlu tahu beberapa kebiasaan frugal yang ternyata kurang efektif dalam jangka panjang.

1. Mengendarai kendaraan jauh hanya demi bensin lebih murah

ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Uriel Mont)
ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Uriel Mont)

Kadang kamu rela muter jauh ke SPBU lain karena selisih harga bensinnya lebih rendah. Kelihatannya sih menguntungkan, padahal bahan bakar untuk perjalanan itu juga terpakai banyak, lho. Waktu kamu juga terbuang hanya demi hemat sedikit rupiah. Belum lagi kalau jalanan macet, malah makin boros.

Lebih baik kamu isi bensin saat kebetulan lewat SPBU murah tanpa memaksakan diri harus ke sana. Ada juga membership atau promo dari kartu kredit yang bisa kamu manfaatkan. Cara ini tetap bikin kamu hemat tapi gak perlu keluar effort lebih.

2. Keliling banyak toko demi cari harga termurah

ilustrasi belanja (pexels.com/RF._.studio)
ilustrasi belanja (pexels.com/RF._.studio)

Kamu mungkin pernah sengaja mampir ke beberapa toko hanya untuk belanja barang yang lebih murah beberapa ribu saja. Di satu sisi kamu merasa berhasil, tapi energi dan waktu yang hilang jauh lebih besar. Kalau dihitung-hitung, biaya bensin atau transport juga nambah tanpa sadar.

Biar lebih efisien, kamu bisa buat rotasi belanja. Misalnya, minggu ini belanja di toko A, minggu depan di toko B. Kamu tetap dapat harga terbaik tiap barang tanpa harus bolak-balik setiap minggu.

3. Beli barang apa pun dalam jumlah besar

ilustrasi belanja bareng anak (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi belanja bareng anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Harga barang dalam kemasan besar memang lebih murah per unitnya. Tapi kalau barangnya cepat rusak atau kedaluwarsa sebelum sempat dipakai, itu sama dengan buang uang, lho. Rumah juga jadi makin penuh karena stok menumpuk.

Sebelum borong, sebaiknya hitung dulu kebutuhan dalam periode tertentu. Pilih barang yang tahan lama seperti tisu atau sabun. Selain hemat uang, kamu juga hemat ruang di rumah.

4. Cuci piring manual padahal punya dishwasher

ilustrasi cuci piring di wastafel (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi cuci piring di wastafel (pexels.com/RDNE Stock project)

Ada orang menganggap pakai dishwasher itu boros air dan listrik. Padahal teknologi sekarang sudah lebih hemat dan efisien. Cuci piring manual malah bisa lebih banyak pakai air kalau kerannya terus mengalir.

Kalau kamu punya dishwasher yang masih bagus, manfaatkan saja. Kamu bisa hemat waktu buat kegiatan lain sambil tetap hemat sumber daya. Hidup jadi lebih simpel tanpa rasa bersalah soal tagihan air.

5. Memaksa diri DIY semua perbaikan rumah

ilustrasi jasa perbaikan pipa rumah (pexels.com/Anıl Karakaya)
ilustrasi jasa perbaikan pipa rumah (pexels.com/Anıl Karakaya)

Video tutorial memang bikin segalanya terlihat mudah. Tapi praktiknya belum tentu berjalan mulus, apalagi kalau kamu bukan tipe yang handy. Salah-salah kamu malah harus beli alat tambahan atau menyewa tukang untuk memperbaiki hasil pekerjaanmu.

Lebih bijak kalau kamu hitung ulang: apakah waktumu sepadan dengan biaya yang dihemat? Kalau pekerjaan butuh skill dan presisi tinggi, panggil profesional jauh lebih aman. Berhemat itu penting, tapi jangan sampai hasil DIY malah bikin kamu mengeluarkan biaya lebih besar di belakang.

6. Menyimpan semua wadah dan barang bekas

ilustrasi jar atau botol kaca
ilustrasi jar atau botol kaca (vecteezy.com/Md Sumon Islam)

Botol kaca, kardus, sampai kotak kecil sering dianggap masih berguna. Kalau sedikit sih oke-oke saja. Tapi kalau semua disimpan terus, lama-lama jadi numpuk dan bikin rumah sumpek.

Pilih beberapa item yang memang sering dipakai. Selebihnya, lebih baik didaur ulang. Rumah tetap rapi, pikiran juga lebih lega.

7. Terlalu pelit sampai bikin diri tersiksa

ilustrasi budgeting
ilustrasi budgeting (freepik.com/shurkin_son)

Gak masalah ganti produk yang lebih murah, tapi kalau kualitas hidup terasa turun drastis, apakah layak? Kamu tetap perlu kasih apresiasi kecil untuk diri sendiri. Kebahagiaan misalnya dari skincare favorit atau kopi enak bisa mendukung produktivitasmu, lho.

Perlu ada keseimbangan antara hidup hemat dan menikmati hidup. Fokus berhemat di area yang gak mengurangi kenyamananmu. Kamu bisa gunakan uang yang berhasil dihemat untuk hal yang benar-benar bikin kamu lebih bahagia.

Frugal living bukan tentang menyiksa diri demi hemat beberapa ribu. Kamu perlu melihat gambaran besar, apakah pengorbanan itu sebanding dengan hasilnya. Pilih strategi hemat yang tidak menguras energi dan tetap menjaga kualitas hidupmu tetap nyaman. Intinya, be smart, not stressed! Kalau bisa hemat sambil tetap happy, kenapa enggak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

7 Kebiasaan Frugal Living yang Gak Worth It, Justru Bikin Rugi!

29 Nov 2025, 06:34 WIBBusiness