Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Katering Diet Lebih Mahal? Ini 5 Faktor Penentu Harga Jualnya!
ilustrasi salad segar dengan beragam bahan dalam wadah oval berwarna putih (pexels.com/Loren Castillo)
  • Katering diet lebih mahal karena memakai bahan spesifik, segar, atau dari pemasok khusus demi konsistensi menu dan kebutuhan pelanggan.
  • Perencanaan menu, penghitungan gizi, serta penakaran porsi yang teliti membutuhkan waktu, alat, tenaga kerja, dan prosedur tambahan.
  • Kemasan per porsi, pengiriman terjadwal, serta penyesuaian menu pelanggan menambah kompleksitas operasional dan biaya per pesanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Katering diet sering memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan katering makanan harian pada umumnya. Perbedaan ini tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan yang disajikan, tetapi juga proses persiapan, pemilihan bahan, hingga pengaturan porsi untuk setiap pelanggan. Bagi orang yang baru mencoba layanan ini, selisih harga tersebut mungkin terasa cukup besar jika dibandingkan dengan makanan siap santap biasa.

Padahal, bisnis katering diet memiliki kebutuhan operasional yang tidak selalu sama dengan usaha makanan pada umumnya. Pelaku usaha perlu menyesuaikan menu dengan kebutuhan pelanggan, menjaga konsistensi porsi, serta memastikan setiap pesanan disiapkan sesuai layanan yang ditawarkan. Yuk, kenali lima faktor yang membuat harga jual katering diet bisa lebih mahal dibandingkan katering biasa.


1. Menggunakan bahan makanan yang lebih spesifik

ilustrasi sajian buah dan sayuran segar yang menggugah selera (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Katering diet sering membutuhkan bahan makanan yang disesuaikan dengan konsep menu dan kebutuhan pelanggan. Misalnya, penyedia layanan dapat menawarkan pilihan protein tanpa lemak berlebih, sayuran segar, sumber karbohidrat tertentu, atau bahan yang sesuai dengan permintaan pelanggan. Pemilihan bahan tersebut membuat pelaku usaha tidak selalu bisa menggunakan bahan termurah yang tersedia di pasar.

Biaya juga dapat meningkat ketika bahan tertentu hanya tersedia dari pemasok khusus atau memiliki harga yang mudah berubah. Jika bisnis ingin menjaga konsistensi menu, pelaku usaha perlu memastikan ketersediaan bahan sekaligus mempertahankan kualitasnya. Akibatnya, biaya belanja bahan baku bisa lebih besar dibandingkan usaha makanan yang menggunakan bahan lebih fleksibel untuk berbagai jenis hidangan.


2. Memerlukan perencanaan menu yang lebih terukur

ilustrasi irisan apel, air, dan lembaran penghitung kalori di atas meja (pexels.com/Spencer Stone)

Berbeda dari katering biasa yang dapat menyusun menu berdasarkan variasi masakan dan ketersediaan bahan, katering diet sering menawarkan menu dengan komposisi yang direncanakan secara lebih terperinci. Pengaturan ini dapat mencakup jenis bahan, ukuran porsi, hingga perkiraan kandungan energi dan zat gizi dalam makanan. Untuk layanan yang menjanjikan perencanaan nutrisi khusus, proses tersebut juga dapat melibatkan tenaga yang memiliki kompetensi di bidang gizi.

Perencanaan yang lebih terukur membutuhkan waktu untuk menyusun resep, menghitung kebutuhan bahan, dan menyesuaikan menu agar tetap bervariasi. Pelaku usaha juga perlu menjaga agar satu menu tidak terlalu sering berulang sehingga pelanggan tetap tertarik berlangganan. Waktu dan tenaga yang digunakan dalam proses perencanaan tersebut menjadi bagian dari biaya usaha yang turut memengaruhi harga jual.


3. Mengatur porsi setiap pesanan dengan lebih teliti

ilustrasi sayuran segar berwarna-warni termasuk tomat dan mentimun di atas timbangan dapur untuk pola makan sehat (pexels.com/Gustavo Fring)

Dalam katering diet, ukuran porsi menjadi bagian penting dari layanan yang ditawarkan. Jumlah nasi, lauk, sayuran, dan bahan pelengkap perlu disesuaikan dengan komposisi menu yang sudah direncanakan. Jika takaran berubah-ubah, biaya bahan baku bisa sulit dikendalikan dan kandungan gizi makanan tidak lagi sesuai dengan perkiraan awal.

Untuk menjaga konsistensi, pelaku usaha mungkin memerlukan timbangan makanan, alat ukur, prosedur penakaran, serta waktu tambahan saat menyiapkan setiap pesanan. Pekerjaan ini menjadi lebih rumit ketika pelanggan memesan menu dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Ketelitian tersebut dapat menambah biaya tenaga kerja, terutama jika produksi belum sepenuhnya menggunakan sistem yang efisien.


4. Menggunakan kemasan dan pengiriman yang sesuai

ilustrasi makanan kemasan dalam wadah plastik berisi sayuran segar (pexels.com/Loren Castillo)

Katering diet umumnya perlu mengemas makanan per porsi agar mudah dikonsumsi pelanggan dan tidak tercampur dengan pesanan lain. Setiap kemasan juga perlu cukup kuat untuk menjaga makanan selama proses pengiriman. Jika layanan menyediakan menu untuk beberapa waktu makan sekaligus, jumlah wadah dan kebutuhan pengemasan tentu bertambah.

Biaya pengiriman juga dapat memengaruhi harga jual, terutama ketika makanan harus dikirim dalam kondisi yang tetap layak dikonsumsi. Penyedia katering perlu mengatur jadwal produksi, pengemasan, dan pengiriman agar pesanan sampai sesuai waktu yang dijanjikan. Seluruh proses ini membutuhkan tenaga serta koordinasi yang lebih terencana dibandingkan penjualan makanan yang langsung disajikan kepada pelanggan.


5. Menanggung biaya penyesuaian menu pelanggan

ilustrasi seseorang sedang menyiapkan salad segar (pexels.com/Vanessa Loring)

Sebagian katering diet menyediakan pilihan menu berdasarkan preferensi atau kebutuhan pelanggan, misalnya mengurangi bahan tertentu, menyesuaikan jenis protein, atau menyediakan pilihan makanan khusus. Penyesuaian tersebut bisa menjadi nilai tambah yang membedakan layanan dari katering biasa. Namun, semakin banyak variasi permintaan yang dilayani, semakin rumit pula proses pembelian bahan dan persiapan makanan.

Pelaku usaha mungkin perlu menyiapkan bahan berbeda, mengatur alur memasak agar pesanan tidak tertukar, dan memisahkan proses pengolahan untuk permintaan tertentu. Jika jumlah pesanan khusus masih sedikit, biaya per porsinya juga dapat menjadi lebih tinggi karena bahan dan tenaga kerja belum bisa digunakan secara efisien. Oleh sebab itu, layanan dengan banyak pilihan penyesuaian biasanya perlu memperhitungkan biaya tambahan sebelum menetapkan harga paket.

Harga katering diet tidak hanya ditentukan oleh makanan yang tersaji dalam kotak, tetapi juga proses di balik pembuatannya. Pemilihan bahan, perencanaan menu, pengaturan porsi, pengemasan, dan penyesuaian pesanan dapat menambah biaya operasional bisnis. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, pelanggan bisa menilai harga katering diet secara lebih menyeluruh, sedangkan pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang sepadan dengan layanan yang diberikan.


This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article