Melihat Evaluasi dari Kecelakaan Kapal Berulang Jelang Libur Nataru

Kecelakaan KMP Batumandi, KMP Virgo Transport 8 yang menewaskan 82 orang, serta tenggelamnya Feronia terjadi menjelang persiapan angkutan Nataru 2026-2027.
Kemenhub akan merampcheck sekitar 2.100 kapal di 130 titik mulai awal November, mencakup administrasi, konstruksi, mesin, dan peralatan keselamatan; kapasitasnya mencapai 331 ribu penumpang.
Jumlah penumpang laut Nataru diprediksi naik 5 persen. Jasa Raharja berkoordinasi dengan PELNI dan ASDP, mengimbau kepatuhan muatan serta pembelian tiket resmi berasuransi.
Jakarta, IDN Times - Kabar kecelakaan kapal secara beruntun menghantui masyarakat Indonesia. Terakhir, kebakaran KMP Batumandi yang hendak bersandar di Pelabuhan Merak, Banten.
Kecelakaan kapal tersebut terjadi saat Tanah Air masih berduka dengan kecelakaan maut KMP Virgo Transport 8 yang menelan 82 korban jiwa, sementara 53 korban lainnya belum ditemukan. Selain itu, ada juga tenggelamnya kapal pinisi Feronia beserta seorang Dive Master asal Jakarta, Veronica Beatrix Jessica.
Saat kabar kecelakaan kapal masih datang secara beruntun, persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027 tengah dimulai. Lalu, bagaimana persiapan pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kapal di libur Nataru?
1. Rampcheck menyeluruh dilakukan

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lollan Andy Sutomo Panjaitan (Tengah). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Menjawab hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lollan Andy Sutomo Panjaitan mengatakan, antisipasi utama yang dilakukan adalah melakukan rampcheck menyeluruh.
Hal itu dia ungkapkan usai menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (27/10/2026).
“Untuk persiapan kami mengadakan rampcheck di 130 titik. Hampir sekitar 2.100 kapal yang kami rampcheck. Ramp check ini cukup menyeluruh. Bukan hanya administrasi, tapi secara fisik, baik dari sisi konstruksi kapal, maupun dari permesinan, peralatan keselamatan dan hal-hal lainnya,” ucap Lollan.
2. Jumlah penumpang masih diprediksi naik

Situasi di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. (Asdp.id) Lollan mengatakan, rampcheck 2.100 kapal itu mencakup kapasitas 331 ribu penumpang.
“Dan ini akan bergulir mulai dari awal November ini,” ujar dia.
Di sisi lain, saat masyarakat masih menghadapi kekhawatiran menggunakan transportasi laut usai banyaknya kecelakaan yang terjadi, Kemenhub masih memprediksi jumlah penumpang angkutan laut di libur Nataru naik 5 persen dari realisasi tahun lalu.
“Saat ini masih kami prediksi, kami masih menunggu dari perhitungan BKT. Tapi saat perhitungan yang ada, masih ada peningkatan sekitar 5 persen,” tutur Lollan.
3. Ditjen Perhubungan Darat pimpin rapat koordinasi

Rapat Koordinasi Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta Persiapan Penyelenggaraan Masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Selasa (27/10/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana) Adapun dalam rapat koordinasi itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tidak duduk pada jajaran barisan tengah, yang diisi pimpinan rapat.
Barisan tengah diisi oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub, Arif Toha Tjahjagama; Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan; dan Kakorlantas Polri, Brigjen Pol. Aries Syahbudin. Lollan tampak duduk di barisan sisi kiri.
Doorstep juga dimulai dengan menghadirkan Arif Toha; Aan; Aries; serta Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. Lollan dilibatkan saat ada pembahasan mengenai evaluasi angkutan laut menghadapi nataru.
Muhammad Awaluddin mengatakan, Jasa Raharja turut berupaya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi laut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan PT PELNI (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
“Ada satu pesan yang sebenarnya cukup kuat bagaimana menjaga keselamatan bersama. Di satu sisi memang beban, muatan dari pemilik kendaraan, khususnya kendaraan-kendaraan yang melaksanakan tugas untuk melakukan akutan penyeberangan dan bahan muatan. Kami mengimbau di sini fokus pada aturan,” tutur Awaluddin.
Dia juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan pembelian tiket transportasi laut di saluran resmi, karena tiket yang dibeli secara resmi memiliki komponen asuransi di dalamnya.
“Kami mengimbau masyarakat pengguna jasa transportasi laut gunakan jalur pembelian tiket yang resmi. Karena di dalam tiket yang resmi itu juga ada iuran wajib yang juga meng-cover keselamatan, dan juga meng-cover pada saat ada peristiwa-peristiwa yang tidak kita harapkan,” tutur Awaluddin.






















