Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menpar: Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi hingga Rp600 M

3 min read
Menpar: Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi hingga Rp600 M
Ye Live in Jakarta 2026 di Gelora Bung Karno Stadium. (Official tour website)
  • Konser Ye Live in Jakarta 2026 menghadirkan sekitar 70 ribu penonton, termasuk 25 ribu wisatawan mancanegara.

  • Penyelenggaraan konser diperkirakan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar dan melibatkan sekitar lima ribu pekerja.

  • Kementerian Pariwisata mendukung fasilitasi event internasional untuk memperkuat Indonesia sebagai destinasi konser dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Konser Ye Live in Jakarta 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026, menghasilkan catatan penting bagi industri pariwisata Indonesia.

Konser musisi dunia Ye atau Kanye West tersebut diperkirakan menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp600 miliar.

Kementerian Pariwisata mencatat, konser Ye Live menghadirkan kisaran 70 ribu penonton. Disebutkan, ada 25 ribu penonton mancanegara yang berasal dari 20 negara.

  1. 1. Konser Ye di GBK menghadirkan 25 ribu wisatawan mancanegara

    Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi hingga Rp600 Miliar
    Ye Live in Jakarta (Instagram.com/rawvision.collective)

    Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan konser perdana Ye di Indonesia. Menurut Widiyanti, ini menunjukkan besarnya potensi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat music tourism dunia.

    “Konser Ye Live in Jakarta merupakan momentum penting bagi pariwisata Indonesia. Kehadiran sekitar 25 ribu penonton mancanegara dari 80 negara menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya tarik yang sangat kuat sebagai destinasi pertunjukan musik internasional. Ini bukan sekadar keberhasilan sebuah konser, tetapi juga bukti nyata bahwa music tourism mampu menggerakkan ekonomi, dan memperkuat posisi Indonesia di panggung pariwisata dunia,” kata Widiyanti mengutip keterangan tertulis.

  2. 2. Perputaran ekonomi capai Rp600 miliar

    Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi hingga Rp600 Miliar
    Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menghadiri wisuda di Poltekpar Medan, Sabtu (24/10/2026). (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Berdasarkan data Raw Vision Collective dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, penyelenggaraan konser Ye Live diperkirakan menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp600 miliar. Ini mencakup aktivitas penjualan tiket, kuliner, pembelian merchandise, hingga transaksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

    Selain itu, dampak positif juga tercermin pada sektor akomodasi. Tingkat okupansi hotel di sekitar kawasan penyelenggaraan konser dilaporkan melonjak hingga mendekati 100 persen. Laporan Kemenpar menuliskan, konser Ye Live melibatkan sekitar lima ribu pekerja secara keseluruhan.

    “Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga kesempatan kerja bagi ribuan orang. Kami ingin manfaat seperti ini terus tumbuh dan semakin luas dirasakan masyarakat Indonesia,” kata Widiyanti.

  3. 3. Dorong Indonesia jadi destinasi konser dunia

    Konser Ye di Jakarta Hasilkan Perputaran Ekonomi hingga Rp600 Miliar
    Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memaparkan Laporan Keuangan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026). (dok. Kemenpar)

    Kementerian Pariwisata memberikan dukungan terhadap persiapan penyelenggaraan konser di Indonesia. Ini disampaikan saat Widiyanti menerima audiensi CEO Raw Vision Collective beserta tim pada 24 Agustus 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

    Beberapa langkah yang dilakukan mulai dari penerbitan surat rekomendasi penyelenggaraan kegiatan untuk pengajuan perizinan konser, rekomendasi terkait visa dan kemudahan keimigrasian ke Indonesia, serta rekomendasi terkait kepabeanan untuk kebutuhan peralatan konser.

    Menurut Menpar, ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pengembangan sektor music tourism.

    Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fasilitasi penyelenggaraan event internasional melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.

    Sebelumnya, Menpar mengatakan, kehadiran konser berskala internasional memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas Indonesia sebagai destinasi event musik dunia, dan mengaktifkan rantai ekonomi ekosistem pariwisata musik nasional.

    “Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” kata Widiyanti, pada 15 September 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More