ilustrasi pinjaman bank (freepik.com/macrovector)
Kredit pasif terdiri atas beberapa produk simpanan yang memiliki karakteristik berbeda. Setiap produk dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah dengan tujuan penyimpanan dana yang beragam. Perbedaan tersebut terlihat dari cara penarikan dana, jangka waktu, hingga besaran bunga yang diberikan.
Berikut beberapa jenis kredit pasif yang umum ditemukan di perbankan:
a. Tabungan
Tabungan merupakan produk simpanan yang paling banyak digunakan masyarakat. Nasabah dapat menyetor maupun menarik dana dengan mudah melalui ATM, teller, maupun layanan digital. Fleksibilitas tersebut membuat tabungan cocok digunakan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari.
b. Giro
Giro adalah simpanan yang dapat dicairkan menggunakan cek atau bilyet giro. Produk ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha karena memudahkan transaksi dalam jumlah besar. Giro juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan arus kas perusahaan.
c. Deposito berjangka
Deposito berjangka merupakan simpanan yang memiliki jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Karena dana tidak dapat dicairkan secara bebas sebelum jatuh tempo, bunga yang ditawarkan umumnya lebih tinggi dibandingkan tabungan. Produk ini cocok bagi nasabah yang ingin menyimpan dana dalam periode tertentu.
d. Sertifikat deposito
Sertifikat deposito memiliki konsep yang hampir sama dengan deposito berjangka, tetapi berbentuk surat berharga yang dapat dipindahtangankan. Produk ini menawarkan fleksibilitas yang berbeda bagi pemiliknya. Selain itu, sertifikat deposito sering dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif investasi.
e. Deposit on call dan loan deposit
Deposit on call merupakan simpanan jangka pendek dengan nominal besar yang biasanya memiliki bunga berdasarkan kesepakatan. Sementara itu, loan deposit adalah penempatan dana antarbank dalam jangka waktu tertentu. Kedua produk tersebut umumnya digunakan oleh institusi atau lembaga keuangan.
f. Automatic roll over (ARO)
Automatic roll over atau ARO merupakan fasilitas yang memperpanjang deposito secara otomatis saat jatuh tempo. Nasabah tidak perlu membuka deposito baru setiap kali masa simpan berakhir. Fitur ini memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin terus mempertahankan simpanannya.
Masing-masing jenis kredit pasif memiliki kelebihan dan tujuan penggunaan yang berbeda. Pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, jangka waktu penyimpanan, dan tingkat fleksibilitas yang diinginkan. Dengan memahami karakteristik setiap produk, kamu dapat menentukan pilihan yang paling sesuai.