Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laba Bank Mandiri Tembus Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026
Public Expose Kuartal I-2026 Bank Mandiri, di Jakarta, Selasa (21/4). (dok. Bank Mandiri)
  • Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen YoY dengan ROE 22,1 persen dan CAR 19,7 persen, menandakan kinerja keuangan yang solid.

  • Kredit mencapai Rp1.530 triliun dan DPK Rp1.675 triliun, didorong sinergi lintas sektor serta dukungan terhadap UMKM dan program pemerintah seperti KUR dan Makan Bergizi Gratis.

  • Transformasi digital melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri memperluas jangkauan layanan, sementara penerapan prinsip ESG memperkuat komitmen pertumbuhan berkelanjutan Bank Mandiri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 16,6 persen secara tahunan di tengah kondisi global yang masih bergejolak.
  • Who?
    Kinerja ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, bersama Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini dan Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan.
  • Where?
    Pencapaian kinerja diumumkan di Jakarta sebagai pusat kegiatan operasional dan pelaporan keuangan Bank Mandiri.
  • When?
    Laporan kinerja mencakup periode kuartal pertama tahun 2026 dengan data pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Why?
    Peningkatan laba didorong oleh sinergi bisnis lintas sektor, penguatan digitalisasi layanan, serta dukungan terhadap program pemerintah dan sektor UMKM nasional.
  • How?
    Pertumbuhan dicapai melalui ekspansi kredit sebesar Rp1.530 triliun, peningkatan DPK menjadi Rp1.675 triliun, serta optimalisasi aplikasi Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri untuk memperluas jangkauan nasabah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Mandiri mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I 2026 di tengah tekanan global yang masih berlanjut akibat tensi geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Bank berkode emiten BMRI ini membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Kinerja tersebut ditopang oleh profitabilitas yang tetap kuat dengan Return on Equity (ROE) di level 22,1 persen serta permodalan solid yang tecermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,7 persen, sehingga memberikan ruang ekspansi yang tetap terjaga ke depan.

1. Laba tumbuh, kredit dan DPK melesat

Gedung Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan kinerja ini ditopang oleh sinergi bisnis yang kuat di berbagai sektor.

“Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital. Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Dari sisi intermediasi, kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen YoY. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.675 triliun atau naik 21,1 persen YoY.

2. Perkuat dukungan ke program pemerintah dan UMKM

ilustrasi UMKM (dok. mokapos.com)

Bank Mandiri juga mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui berbagai program prioritas nasional.

Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp11 triliun hingga kuartal I 2026, menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM. Selain itu, Bank Mandiri turut mendukung program Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, hingga penguatan koperasi desa.

“Bank Mandiri secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ujar Riduan.

3. Digitalisasi dan ESG jadi kunci pertumbuhan

ilustrasi Mandirian, karyawan Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri)

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut transformasi digital menjadi fondasi utama ekspansi bisnis.

Aplikasi Livin’ by Mandiri kini digunakan sekitar 39 juta pengguna, sementara Kopra by Mandiri telah menjangkau 335 ribu pengguna, mayoritas UMKM.

“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri sejatinya merupakan sarana untuk Bank Mandiri dapat menjangkau nasabah dengan efektif dan efisien secara operasional, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menambahkan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terus diperkuat.

“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Henry. (WEB)

Editorial Team