Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Laba BTN Melonjak 22,6 Persen ke Rp1,1 Triliun di Q1 2026

Laba BTN Melonjak 22,6 Persen ke Rp1,1 Triliun di Q1 2026
Konferensi Pers Paparan Kinerja BTN. (IDN Times/Triyan).
Intinya Sih
  • Laba bersih BTN naik 22,6 persen yoy menjadi Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026, didorong efisiensi biaya dana dan peningkatan kualitas kredit hasil transformasi bisnis serta inovasi layanan.
  • Penghimpunan dana pihak ketiga BTN tumbuh 9,9 persen yoy mencapai Rp422,63 triliun dengan porsi CASA sebesar 50,2 persen atau naik 7,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • Sejak 1976 hingga April 2026, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 6 juta unit senilai Rp530 triliun yang turut mendukung sektor perumahan nasional dan penyerapan tenaga kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026. Laba bersih itu tumbuh 22,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Rp904 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Per akhir Maret 2026, pendapatan bunga bersih atau net interest income BTN tumbuh 13 persen yoy mencapai Rp4,26 triliun.

1. Penopang kinerja laba bersih

Screenshot 2025-10-14 002238.jpg
Logo Bank BTN. (Dok/Istimewa).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, mengatakan kinerja tersebut ditopang oleh transformasi bisnis, inovasi layanan, serta dukungan pemerintah terhadap sektor pembiayaan perumahan nasional

"Laba di-drive atau diturunkan paling banyak dari efisiensi cost of fund. Jadi, kami sudah berhasil menurunkan yang mahal-mahal. Yang kedua, kami juga memperbaiki kualitas kredit," kata Nixon dalam Paparan Kinerja, Rabu (15/4/2026).

2. Penghimpunan DPK tumbuh 9,9 persen

IMG_20260224_111448.jpg
Ilustrasi BTN (IDN Times/Fariz Fardianto)

Di sisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat tumbuh 9,9 persen yoy menjadi Rp422,63 triliun per kuartal I 2026, dengan dana murah (current account and savings account/CASA) yang juga positif.

Pada periode yang sama, CASA BTN tercatat naik 7,9 persen yoy menjadi Rp212,11 triliun atau menempati porsi 50,2 persen dari total DPK.

3. Sejak 1976 hingga April 2026, BTN sudah salurkan KPR sebanyak 6 juta unit

IMG-20260411-WA0019.jpg
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. (Dok. BTN)

Nixon menjelaskan sejak 1976 hingga awal April 2026, BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit dengan total nilai mencapai Rp530 triliun.

“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah dihuni empat orang, maka total sekitar 24 juta orang dapat memiliki hunian layak. Kami berterima kasih atas keberpihakan pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat, sehingga menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Nixon.

4. Sektor perumahan nasional serap banyak tenaga kerja

Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Nixon mengatakan, sektor perumahan memberikan dampak berganda yang besar terhadap perekonomian nasional, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja dan penggunaan bahan baku lokal.

“Dari sektor perumahan nasional, dapat tercipta peluang kerja bagi sekitar 12,5 juta orang di berbagai sektor terkait. Selain itu, setiap tambahan capital injection sebesar Rp1 triliun di industri ini berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja hingga sekitar 8.000 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, BTN mencatat penyaluran kredit sebesar Rp400,63 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 10,3 persen secara tahunan (yoy). Kredit KPR subsidi mencapai Rp193,55 triliun atau naik 7,7 persen yoy.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More