LPPI Sebut Ajakan Rush Money dari Bank Mandiri Terlalu Berlebihan

- LPPI menilai ajakan rush money Bank Mandiri berlebihan; pemblokiran rekening perlu dikaji per kasus sambil menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.
- Menurut LPPI, kinerja Bank Mandiri belum terdampak signifikan. Semester I 2026, laba tumbuh 24,4 persen menjadi Rp30,4 triliun, kredit dan DPK juga meningkat.
- Saham BMRI turun 0,71 persen ke Rp4.190 pada sesi I, setelah sorotan pemblokiran rekening Supriyono berisi sekitar Rp80,9 juta saat aksi di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi perhatian publik. Namun, ajakan kepada masyarakat untuk melakukan rush atau penarikan dana secara besar-besaran dari perbankan dinilai berlebihan.
Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, persoalan pemblokiran rekening perlu dilihat secara kasus per kasus. Menurutnya, respons terhadap persoalan tersebut juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas sistem keuangan.
"Menurut saya, ajakan rush ke bank agak berlebihan. Perlu melihat case by case," ujar Trioksa kepada IDN Times, Senin (24/8/2026).
1. Kekecewaan masyarakat ada, namun perlu juga menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan

Bank Mandiri memperkuat komitmen terhadap aspek keberlanjutan yang terkait pembiayaan dan produk perbankan dengan menerapkan dua inisiatif strategis dalam bentuk Sustainable Finance Framework (SFF) dan Transition Finance Framework (TFF). (Dok. Bank Mandiri) Ia menilai, kekecewaan masyarakat terhadap persoalan tersebut dapat dipahami, terutama karena menyangkut kepercayaan terhadap perbankan. Namun, ajakan untuk menarik dana secara massal berpotensi mendorong sebagian masyarakat melakukan penarikan dana tanpa mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Terlebih, Bank Mandiri sudah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan terkait persoalan tersebut.
"Kecewa, isu trust dan ajakan bisa saja membuat ada masyarakat terdorong untuk menarik uang. Namun, kita perlu melihat kepentingan yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan," jelasnya.
2. Belum ada dampak signfikan terhadap kinerja Bank Mandiri

Bank Mandiri terus konsisten memperkuat transformasi digital di sektor wholesale banking melalui platform Kopra by Mandiri. (Dok. Bank Mandiri) Trioksa juga menilai, sejauh ini belum terlihat dampak signifikan terhadap kinerja Bank Mandiri akibat persoalan tersebut. Ia mengatakan, fundamental Bank Mandiri masih berada dalam kondisi yang baik. "Untuk sementara ini dampak pada kinerja Bank Mandiri belum terlihat signifikan. Fundamental juga masih baik," katanya.
Ke depan, Trioksa berharap persoalan serupa dapat diperbaiki agar tidak kembali menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya penerapan prosedur dan aturan yang berlaku dalam setiap pengambilan kebijakan perbankan.
Laba Bank Mandiri hingga semester I 2026, secara konsolidasi tumbuh 24,4 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp30,4 triliun. Pertumbuhan tersebut salah satunya didorong pertumbuhan kredit sebesar 19,9% (yoy) menjadi Rp1.591,68 triliun. Di sisi bersamaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Mandiri tercatat Rp1.710,03 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 17,1 persen (yoy).
3. Saham Bank Mandiri melemah 30 poin pada penutupan perdagangan sesi 1

Bank Mandiri terus konsisten memperkuat transformasi digital di sektor wholesale banking melalui platform Kopra by Mandiri. (Dok. Bank Mandiri) Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 30 poin atau 0,71 persen di penutupan perdagangan sesi I. Berdasarkan data IDX Mobile, saham bank pelat merah itu turun ke level Rp4.190 per lembar saham. Pagi tadi, saham Bank Mandiri dibuka pada level Rp4.220 per lembar saham.
Bank Mandiri sebelumnya disorot karena memblokir rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat PatiBersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Rekening Supriyono mendadak diblokir saat memimpin demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026). Rekening tersebut berisikan saldo sekitar Rp80,9 juta yang bersumber dari uang pribadi dan donasi publik untuk kebutuhan operasional massa aksi.
Pemblokiran akses perbankan tersebut dialami Supriyono bersamaan dengan peretasan akun media sosial miliknya. Situasi itu membuat puluhan demonstran dari daerah harus bertahan di Ibu Kota dengan mengandalkan bantuan solidaritas masyarakat lokal.
4. Keterangan Bank Mandiri dan Polda Metro Jaya

Ilustrasi Cabang Bank Mandiri Taspen/Dok Bank Mandiri Taspen Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, pun menyampaikan permohonan maaf terkait pemblokiran tersebut. Adhika menjelaskan, pemblokiran tersebut merupakan permintaan dari aparat penegak hukum. Ia menyebut Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan.
“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum, dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2026).
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyebut tindakan yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus bukan pemblokiran rekening, melainkan penundaan transaksi.
“Di sini kita luruskan ya bahwa surat yang diajukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu tentang penundaan transaksi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/2026).
Polisi menyebut rekening berisi sekitar Rp80,9 juta milik Supriyono alias Botok, itu memuat dana pribadi dan donasi untuk kebutuhan peserta aksi. Budi menjelaskan penundaan transaksi tersebut mengacu pada Pasal 26 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Penundaan transaksi dalam proses penyelidikan dilakukan selama kurang lebih lima hari kerja.





















