Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Rentvesting, Ngontrak di Kota tapi Beli Rumah di Daerah
ilustrasi rumah (pexels.com/Suasana Atlantik)
  • Rentvesting adalah strategi menyewa rumah di lokasi pilihan sambil membeli properti di daerah yang lebih terjangkau sebagai investasi.
  • Pembeli muda, termasuk milenial dan Gen Z, tertarik karena tetap dapat mengejar gaya hidup sekaligus memiliki aset properti.
  • Strategi ini berpotensi menghasilkan pendapatan sewa dan membangun ekuitas, tetapi memiliki biaya serta tantangan pengelolaan properti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Rentvesting adalah strategi menyewa rumah di lokasi pilihan sambil membeli properti di daerah lain yang lebih terjangkau sebagai investasi.
  • Who?
    Pembeli muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z, serta investor yang ingin membeli properti di daerah berkembang.
  • Where?
    Rumah disewa di kawasan yang sesuai gaya hidup, sedangkan properti investasi dibeli di daerah lain yang lebih terjangkau atau sedang berkembang.
  • When?
    per saat ini masih belum diketahui
  • Why?
    Strategi ini dipilih karena keterbatasan finansial untuk membeli rumah di lokasi pilihan sambil tetap ingin memiliki aset properti.
  • How?
    Pelaku menyewa rumah, membeli properti investasi, lalu dapat membandingkan laporan properti online sebelum menentukan lokasi penempatan dana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang-orang menyewa rumah di kota yang mereka suka, lalu membeli rumah di daerah lain untuk investasi. Cara ini namanya rentvesting. Pembeli muda, termasuk milenial dan Gen Z, bisa tetap dekat tempat kerja atau fasilitas. Rumah yang dibeli juga bisa disewakan, tetapi mereka tetap harus membayar biaya dan mengelolanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rentvesting memberi ruang bagi pembeli muda untuk tetap tinggal dekat tempat kerja, fasilitas, atau pusat kegiatan sosial tanpa harus membeli rumah di kawasan tersebut. Kepemilikan properti di daerah yang lebih terjangkau juga membuka peluang membangun ekuitas dan memperoleh pendapatan sewa yang dapat membantu membayar cicilan KPR serta pengeluaran lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Harga rumah yang terus menjadi pertimbangan membuat sebagian orang memilih tidak membeli rumah di lokasi yang mereka inginkan. Mereka justru menyewa rumah di kawasan tersebut, lalu membeli properti di daerah lain yang harganya lebih terjangkau sebagai investasi.

Dilansir Commonwealth Bank, strategi itu dikenal sebagai rentvesting. Dengan cara ini, seseorang tetap bisa tinggal di lokasi yang sesuai dengan gaya hidupnya sambil memiliki properti investasi untuk membangun ekuitas.

Strategi tersebut banyak diminati pembeli muda yang belum mampu membeli rumah di lokasi pilihan, tetapi tetap ingin memiliki aset properti.

Pelaku rentvesting dapat memanfaatkan laporan properti online dari spesialis pinjaman rumah untuk melihat kawasan yang berpotensi menjadi lokasi investasi. Informasi tersebut dapat dibandingkan dengan daerah yang menjadi pilihan tempat tinggal sebelum menentukan lokasi untuk menempatkan dana.

1. Siapa yang paling mungkin menjadi investor properti sewaan?

ilustrasi sepasang suami istri memeriksa sebuah bangunan rumah bersama seorang agen properti selama kunjungan (pexels.com/Alena Darmel)

Rentvesting terutama menarik bagi pembeli muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z. Mereka cenderung mengutamakan gaya hidup dan kemudahan akses di lokasi yang banyak diminati, tetapi menghadapi keterbatasan finansial untuk membeli rumah di kawasan tersebut.

Strategi ini juga dapat dipilih investor yang ingin memaksimalkan keuntungan dengan membeli properti di daerah yang sedang berkembang, sambil tetap tinggal di lokasi yang mereka inginkan.

2. Alasan seseorang memilih rentvesting

ilustrasi agen properti menyelesaikan transaksi dengan pasangan di depan rumah baru mereka (pexels.com/Orang ketiga)

Ada beberapa alasan yang membuat seseorang mempertimbangkan strategi ini.

Fleksibilitas gaya hidup: Menyewa rumah memungkinkan seseorang tinggal di lokasi yang sesuai dengan gaya hidupnya. Pilihan tersebut dapat membuat mereka lebih dekat dengan tempat kerja, fasilitas, atau pusat kegiatan sosial tanpa harus membeli properti di kawasan tersebut.

Lebih terjangkau: Membeli properti investasi di daerah yang lebih terjangkau dapat membantu investor masuk ke pasar properti lebih cepat. Mereka juga dapat mulai membangun ekuitas tanpa harus menunggu hingga memiliki dana untuk membayar uang muka yang lebih besar.

Potensi pendapatan sewa: Properti yang dimiliki dapat disewakan untuk menghasilkan pendapatan. Penghasilan tersebut dapat membantu membayar cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) dan pengeluaran lainnya.

3. Hal yang perlu dipertimbangkan dari rentvesting

ilustrasi model rumah kayu pada grafik menggambarkan analisis dan tren pasar properti (pexels.com/Rumah-rumah yang Artistik)

Rentvesting memiliki sejumlah keuntungan, tetapi juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kelebihan:

- Bisa tinggal di lokasi yang diinginkan.

- Berpotensi mendapatkan pendapatan sewa dan manfaat pajak.

- Memiliki kesempatan membangun ekuitas melalui properti investasi.

Kekurangan:

- Keamanan tempat tinggal utama lebih rendah karena masih berstatus sewa.

- Ada biaya berkelanjutan untuk memiliki dan mengelola properti.

- Pengelolaan properti investasi bisa menjadi tantangan jika lokasinya jauh dari tempat tinggal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article