Apa Itu Fraud? Ini Jenis, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

- Fraud adalah penyimpangan sengaja untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi pihak lain demi keuntungan pelaku, yang menimbulkan kerugian dan melanggar hukum.
- Bentuk fraud meliputi korupsi, penggelapan aset dan uang perusahaan, serta pencurian data; pelakunya dapat berasal dari internal maupun eksternal organisasi.
- Pemicu fraud mencakup tekanan, kapabilitas, peluang, rasionalisasi, dan ego; pencegahan dilakukan lewat audit, pengawasan, tim investigasi, SOP tegas, serta sosialisasi anti-fraud.
IstilahĀ fraudĀ mungkin sudah sering didengar oleh sebagian masyarakat Indonesia. FraudĀ berkaitan erat dengan tindakan tidak terpuji yang dilakukan suatu pihak untuk menguntungkan dirinya sendiri atau kelompoknya.
Biasanya tindakan fraud berupa kecurangan yang dilakukan di perusahaan atau bisnis. Namun, tidak menutup kemungkinan tindakan negatif ini terjadi di organisasi atau lembaga nonprofit.
Lantas, sebenarnya apa ituĀ fraud? Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan lengkap tentang pengertian, jenis, penyebab, dan cara mencegah fraud.
1. Pengertian apa itu fraud

ilustrasi fraud detection (freepik.com/freepik) Melansir Panduan Strategi Anti Fraud dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Ā fraudĀ adalah tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi pihak lain, sehingga mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian dan pelakunya mendapatkan keuntungan.
FraudĀ juga termasuk ke dalam tindakan yang melawan hukum dan sebuah tindakan ketidakberesan yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan untuk memperoleh keuntungan pribadi.Ā
Selain itu, menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE),Ā fraudĀ adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu, seperti manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain.Ā Fraud dilakukan oleh orang-orang dari dalam maupun luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan secara langsung ataupun tidak langsung.
2. Jenis-jenis fraud

ilustrasi korupsi (unsplash.com/Jesus Monroy Lazcano) Ada beberapa jenisĀ fraudĀ yang paling umum dikenal, antara lain:
1. Korupsi
Korupsi termasuk salah satu tindakanĀ fraudĀ yang paling umum ditemui di Indonesia. Tindak korupsi sendiri bisa berbagai macam, mulai dari pemerasan, penyuapan, hingga penyalahgunaan informasi. Selain itu, korupsi juga bisa menjadi penyebab tindak pidana lain seperti gratifikasi atau pemberian hadiah.
2. Penggelapan aset perusahaan
Di sebuah perusahaan, tindakanĀ fraudĀ yang cukup sering terjadi adalah penggelapan aset perusahaan. Tindakan ini biasanya ditandai dengan pelaku yang menyalahgunakan atau menyembunyikan aset perusahaan yang dipercayakan kepadanya.
Biasanya tindak penggelapan aset perusahaan ini tergolong mudah dilacak asalkan perusahaan memiliki prosedur pencatatan dan pengecekan internal yang rapi dan terstruktur.
3. Penggelapan uang
Penggelapan uang merupakan tindakanĀ fraudĀ oleh para pelaku dengan menyalahgunakan kepercayaan dari perusahaan untuk melakukan berbagai tindakan penyimpangan, khususnya dalam hal uang perusahaan. Dana perusahaan yang seharusnya dipakai untuk kebutuhan perusahaan justru disembunyikan dan disalahgunakan pelaku untuk kepentingan pribadi.
Pada sebuah perusahaan, data juga termasuk aset penting yang harus dijaga kerahasiaannya. Contohnya data konsumen dan data karyawan.
Oleh sebab itu, pencurian data termasuk tindakan fraudĀ yang justru paling merugikan. Sebab pihak yang mengalami kerugian tidak hanya internal perusahaan, tapi juga masyarakat luas yang berkaitan dengan perusahaan tersebut.
3. Kenapa bisa terjadi fraud?

ilustrasi mesin ATM (pixabay.com/Sebastian Ganso) Mengapa bisa terjadiĀ fraud? Menurut OJK, ada beberapa penyebab seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan fraud, yaitu:
1. Stimulus
Stimulus maksudnya adalah dorongan pelakuĀ fraudĀ dalam melakukan tindakan tersebut. Biasanya dorongan seseorang melakukanĀ fraud berasal dari tekanan akan kebutuhan keuangan, target keuangan menurun, hingga ekonomi keluarga yang menurun.
2. Kapabilitas
Kapabilitas berarti seberapa besar kapasitas seseorang untuk melakukanĀ fraudĀ atau kecurangan di lingkungan perusahaan. Oleh sebab itu, biasanya pihak-pihak yang melakukanĀ fraudĀ di perusahaan termasuk orang penting yang memang memiliki kapasitas dalam melakukan berbagai hal.
3. Peluang
Penyebab seseorang melakukanĀ fraudĀ juga karena adanya peluang. Contohnya terdapat kelemahan pada internal perusahaan atau pengawasan yang lemah. Hal itu menjadi celah bagi pelakuĀ fraudĀ untuk bertindak yang dilarang.
4. Rasionalisasi
Rasionalisasi maksudnya pelakuĀ fraudĀ cenderung melakukan pembenaran atau merasa bahwa tindakannya benar saat mereka melakukannya. Mungkin pelaku menganggap bahwa ia telah berbuat banyak bagi perusahaan, sehingga mendorong mereka untuk mengambil keuntungan lebih.
5. Ego
Sikap ego dan arogan juga menjadi penyebab seseorang melakukanĀ fraud. Dalam hal ini, pelaku memiliki sikap superioritas yang mendorong ia menjadi serakah. Biasanya hal ini juga disebabkan ketika seseorang merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi.
4. Cara mencegah fraud

Ilustrasi Pekerja yang Sedang Melakukan Audit (pexels.com/Kaboompics.com) Ada banyak tindakan pencegahanĀ fraudĀ yang bisa diterapkan. Berikut beberapa cara mencegahĀ fraud agar tidak terjadi di kemudian hari:
1. Melakukan audit internal dan eksternal
Cara pencegahan yang pertama bisa dengan melakukan audit secara internal dan eksternal secara berkala. Tujuannya untuk mengecek kebenaran laporan keuangan perusahaan. Cara ini bisa membantu untuk mendeteksi hal-hal yang mencurigakan atau tindakan menyimpang yang dilakukan pihak tertentu.
2. Meningkatkan pengawasan
Penting untuk meningkatkan pengawasan pada sebuah perusahaan. Sebab salah satu penyebab seseorang melakukanĀ fraudĀ adalah lemahnya pengawasan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi pihak-pihak yang berhubungan dengan aktivitas pelaporan keuangan.
3. Membentuk tim khusus investigasi
Perusahaan dapat membentuk tim khusus investigasi terhadap tindakanĀ fraudĀ sebagai langkah antisipasi dan persiapan jika di suatu hari terjadi kasus ini. Tim ini nantinya bertugas melayani aduan dari korban dan membuat laporanĀ fraudĀ berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan.
4. Mempertegas peraturan yang berlaku
Cara mencegahĀ fraudĀ dapat dilakukan salah satunya dengan mempertegas peraturan yang berlaku di peursahaan. Contohnya dengan menerapkan SOP yang ketat dan tidak hanya formalitas.
5. Sosialisasi anti-fraud
Cara preventif untuk mencegahĀ fraudĀ lainnya adalah dengan memberikan sosialisasiĀ anti-fraudĀ kepada semua pihak. Harapannya, semua pihak lebih waspada terhadap tindakan kecurangan yang mungkin akan terjadi di sekitarnya.
Nah, itulah penjelasan tentang apa ituĀ fraudĀ serta jenis-jenis, penyebab, dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!





















