Penyaluran Bekalista dilakukan seiring upaya Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta yang tengah mengembangkan kawasan rendah emisi dan zona pejalan kaki di Jalan Malioboro serta Jalan Margo Mulya. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kawasan setelah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Pegadaian Salurkan 50 Becak Kayuh Listrik di Yogyakarta

- PT Pegadaian bersama PIP menyalurkan 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata senilai Rp1,4 miliar di Yogyakarta untuk mendukung pariwisata hijau dan ekonomi kerakyatan.
- Program Bekalista membantu pengemudi becak tetap memiliki mata pencaharian berkelanjutan seiring kebijakan kawasan rendah emisi dan pelarangan bentor di Malioboro serta Margo Mulya.
- Inisiatif Bekalista sejalan dengan prinsip ESG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, berfokus pada penanganan perubahan iklim serta peningkatan pekerjaan layak bagi masyarakat lokal.
Jakarta, IDN Times - PT Pegadaian (Persero) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyalurkan bantuan 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) senilai Rp1,4 miliar kepada ekosistem Bekalista Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung pariwisata hijau (green tourism), sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dan pelestarian lingkungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Atas kolaborasi tersebut, Pegadaian juga menerima apresiasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berupa miniatur becak listrik yang diserahkan kepada Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi, di Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta, Kamis (16/7).
1. Mendukung program kawasan rendah emisi di Yogyakarta

Salah satu implementasinya adalah pembatasan hingga pelarangan operasional becak motor berbahan bakar minyak (bentor). Sebagai alternatif, pemerintah mendorong penggunaan becak kayuh tradisional maupun becak kayuh dengan bantuan motor listrik.
Desain Bekalista yang disalurkan Pegadaian juga telah disesuaikan dengan pakem kendaraan tradisional Yogyakarta sesuai Peraturan Daerah Provinsi DI Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2016.
2. Membantu pengemudi becak tetap memiliki mata pencaharian

Selain mendukung transportasi ramah lingkungan, program Bekalista juga ditujukan untuk membantu para pelaku usaha mikro, khususnya pengemudi becak, agar tetap memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan di tengah perubahan kebijakan transportasi.
Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap aspek lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
"Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian terhadap pilar lingkungan dan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan Bekalista ini, kami tidak hanya ingin menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Yogyakarta, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM di sektor transportasi tradisional tetap memiliki mata pencaharian yang layak, lebih hemat energi, dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Tribuana Tunggadewi.
3. Sejalan dengan komitmen ESG dan pembangunan berkelanjutan

Pegadaian menyebut program Bekalista dirancang untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), khususnya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
Program tersebut berkontribusi terhadap TPB 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim serta TPB 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kehadiran 50 armada Bekalista diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya ekosistem transportasi wisata yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui implementasi program di Yogyakarta, Pegadaian berharap Bekalista dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota wisata budaya lainnya di Indonesia untuk mengembangkan konsep transportasi hijau yang inklusif. (WEB)





















