4 Penyebab Emas yang Dibeli Mudah Teroksidasi, Waspadai!

Emas murni relatif tahan oksidasi, tetapi perhiasan dapat kusam atau berubah warna karena kandungan logam campuran yang digunakan dalam pembuatannya.
Kadar emas rendah, paparan keringat serta parfum, lotion, kosmetik, dan bahan pembersih dapat memengaruhi permukaan perhiasan, terutama pada logam campuran reaktif.
Penyimpanan lembap, gesekan antarperhiasan, serta kualitas pelapisan atau campuran yang kurang baik dapat mengurangi kilau; pembeli perlu memeriksa spesifikasi dan kondisi perhiasan.
Emas dikenal sebagai logam mulia yang memiliki ketahanan tinggi terhadap risiko korosi dan oksidasi, sehingga warnanya akan cenderung stabil walau digunakan dalam waktu lama. Namun, sebagian orang mungkin kerap mendapati perhiasan emasnya berubah warna menjadi terlihat kusam atau menunjukkan besar tertentu setelah beberapa kali digunakan.
Perlu diketahui bahwa perubahan warna pada perhiasan emas dan selalu diakibatkan oleh oksidasi karena perhiasan pada umumnya dibuat dari campuran beberapa logam. Untuk mencegah kesalahpahaman dalam memahami faktor penyebabnya, maka pahami beberapa penyebab berikut ini yang dapat membuat perhiasan emas susu terlihat mengalami oksidasi atau perubahan warna.
1. Kadar emas yang rendah

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/NEXARO STUDIO) Salah satu penyebab perhiasan emas lebih mudah mengalami perubahan warna ternyata dapat diakibatkan karena kadar emas yang relatif rendah, sehingga kandungan logam campuran yang dalamnya pun menjadi jauh lebih banyak. Emas 24 karat untuk memiliki kemurnian yang sangat tinggi, sedangkan emas dengan kadar 18 karat atau 14 karat tentu mengandung campuran logam untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.
Kadar emas yang lebih rendah tidak otomatis membuat perhiasan mudah berubah warna karena hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh jenis logam campuran dan proses pembuatannya. Perhiasan dengan kadar yang sama ternyata bisa menunjukkan ketahanan berbeda apabila komposisi campurannya tidak identik.
2. Sering terpapar keringat dan bahan kimia

ilustrasi emas perhiasan (unsplash.com/Gabriella S) Keringat menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tampilan perhiasan emas terutama jika mengandung logam campuran yang lebih reaktif. Keringat mengandung air, garam, dan berbagai senyawa lain yang dapat berinteraksi secara langsung dengan permukaan logam, terlebih pada saat perhiasan digunakan dalam waktu yang cukup lama tanpa dibersihkan.
Bukan hanya keringat, namun paparan bahan kimia dari parfum, lotion, produk pembersih, hingga kosmetik bisa sangat mempengaruhi kondisi permukaan dari perhiasan. Ada beberapa zat dalam produk tersebut yang bisa meninggalkan residu atau bereaksi dengan logam campuran, sehingga kilo emas pun dapat berkurang dan permukaannya terlihat berubah.
3. Penyimpanan yang kurang tepat

ilustrasi perhiasan emas (pexels.com/AS Photography) Cara penyimpanan perhiasan ternyata tidak sangat mempengaruhi kondisi permukaannya, khususnya apabila emas diletakkan di tempat yang lembab atau sering bersentuhan dengan bahan lain. Kondisi lingkungan yang lembab ternyata bisa mempercepat reaksi pada logam campuran tertentu.
Bukan hanya kelembaban, namun menyimpan beberapa perhiasan secara bersamaan tanpa adanya pelindung justru bisa menimbulkan risiko goresan akibat gesekan antar benda. Goresan yang ada bukan bentuk oksidasi, namun bisa membuat permukaan emas kehilangan kilau dan tampak kurang bersih pada saat terkena cahaya.
4. Kualitas pelapisan atau campuran logam yang kurang baik

ilustrasi perhiasan emas (pexels.com/Annika Pictures) Sebagian perhiasan yang terlihat seperti emas sebetulnya kerap menggunakan logam dasar dengan lapisan emas di bagian luarnya, bukan terbuat dari emas secara menyeluruh. Pada jenis perhiasan berlapis emas, lapisan tersebut nantinya akan semakin menipis akibat gesekan dan pemakaian secara berulang.
Kualitas campuran logam dan proses pengerjaannya juga turut mempengaruhi ketahanan perhiasan terhadap adanya perubahan warna, terutama jika komposisi bahan dan pelapisannya tidak sesuai dengan standar yang ada. Penting untuk memahami apakah memang produk yang dibeli merupakan emas padat, emas berlapis, atau jenis perhiasan dengan lapisan emas tertentu.
Emas murni relatif tahan terhadap oksidasi, sehingga perubahan warna pada perhiasan pun akan sangat berkaitan dengan reaksi logam campuran. Untuk mencegah penataan perhiasan, maka sebaiknya pilih produk emas dengan kadar dan spesifikasi yang jelas dan lakukan proses pembersihan hingga penyimpanan yang tepat. Jika emas yang baru dibeli mengalami perubahan warna yang tidak wajar, maka sebaiknya segera periksakan pada penjual atau ahli perhiasan.






















