Jakarta, IDN Times - Akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Hal ini turut dirasakan perempuan pelaku usaha di kawasan permukiman Lebak 2, Baduy luar, yang berada jauh dari pusat layanan dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati jalur hutan.
Di tengah keterbatasan tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Hasil bumi diperjualbelikan saat musim panen, warung menjadi sumber penghasilan keluarga, sementara kain khas Baduy dan tas koja terus diproduksi sebagai bagian dari keterampilan sekaligus mata pencaharian.
Kondisi ini mendorong PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat. Melalui program Mekaar, PNM untuk pertama kalinya hadir di tanah Baduy luar dan menyalurkan pembiayaan kepada tiga perempuan asli suku Baduy, yakni Saenah, Juni, dan Sarti.
Ketiganya merupakan warga Lebak 2 yang rumahnya berada jauh di dalam kawasan permukiman. Perjalanan menuju rumah mereka harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati jalur setapak di tengah hutan.
