PT Widatra Bhakti Operasikan PLTS 2,2 MWp, Tekan Emisi Karbon

- PT Widatra Bhakti mengoperasikan PLTS Atap 2,2 MWp di pabrik Pasuruan bersama PT Surya Nippon Nusantara, sebagai langkah transformasi fasilitas produksi menuju green factory.
- PLTS tersebut diproyeksikan menghasilkan 2,99 juta kWh listrik bersih per tahun dan mengurangi emisi hingga 2.326 ton CO2 per tahun, setara penanaman 38.615 pohon.
- Sistem memanfaatkan atap pabrik tanpa lahan tambahan; Widatra Bhakti juga memakai REC, sementara SNN menangani pembangunan, operasi, dan pemeliharaan PLTS.
Jakarta, IDN Times - PT Widatra Bhakti, produsen farmasi bagian dari Otsuka Group di Indonesia, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) di Pasuruan, Jawa Timur.
Fasilitas energi bersih ini dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan patungan SUN Energy dan Sojitz Corporation. Pemanfaatan PLTS Atap ini mempertegas komitmen Widatra Bhakti mentransformasi fasilitas produksinya menuju konsep green factory.
1. Hasilkan 2,99 juta kWh listrik bersih per tahun

PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi bagian dari Otsuka Group di Indonesia, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp). (Dok/Istimewa). Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida, menjelaskan transisi menuju energi terbarukan dilakukan bertahap demi mendukung target net zero emission pada 2050.
"Upaya menurunkan emisi CO2 dilakukan dengan tidak mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk. Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberlanjutan bisnis," ujar Betty.
Sistem PLTS Atap 2,2 MWp ini diproyeksikan memproduksi 2,99 juta kilowatt hour (kWh) listrik bersih saban tahun. Operasionalnya sanggup memangkas emisi karbon hingga 2.326 ton CO2 per tahun, atau setara menanam 38.615 pohon.
2. Integrasi energi hijau tanpa lahan tambahan

Foto udara penampakan PLTS PLN IP Semarang. (IDN Times/Dok Humas PLN IP Semarang) Betty menambahkan, pemanfaatan area atap pabrik menjadi solusi efisien menghasilkan energi hijau tanpa perlu membebas ruang baru.
"Pemanfaatan area atap fasilitas produksi juga memungkinkan perusahaan menghasilkan energi terbarukan tanpa membutuhkan tambahan lahan," bebernya.
Kombinasi pemanfaatan REC dan pembangkitan energi terbarukan secara langsung di fasilitas produksi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menekan emisi karbon.
Dalam proyek ini, SNN bertindak sebagai pengembang yang bertanggung jawab atas pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem PLTS. Skema tersebut diharapkan menjaga performa, keselamatan, dan keandalan sistem selama masa kerja sama.
3. Energi bersih dorong daya saing industri

PT Widatra Bhakti, perusahaan farmasi bagian dari Otsuka Group di Indonesia, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 megawatt peak (MWp) (Dok/Istimewa). CEO SNN, Oky Gunawan, menegaskan adopsi energi terbarukan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan manufaktur.
"Kami melihat energi terbarukan akan semakin berperan dalam membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, memenuhi target keberlanjutan, dan memperkuat daya saing bisnis dalam jangka panjang," ujar Oky.
Selain transisi energi, Widatra Bhakti membudayakan gaya hidup ramah lingkungan di internal perusahaan. Gerakan Bring Your Own Tumbler (BYOT) serta penghentian penggunaan wadah plastik sekali pakai konsisten diterapkan untuk mendukung pengembangan industri hijau nasional.




![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter di Upin-Ipin, Penonton Setia Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240922/img-4256-7705a60071e5c91c966005914272f5fd.jpeg)













