Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gen Z di AS Jadi Generasi Paling Banyak Utang, Apa Penyebabnya?

Gen Z di AS Jadi Generasi Paling Banyak Utang, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi utang (freepik.com)
  • Survei Talker Research mencatat rata-rata utang pribadi Gen Z AS mencapai 94.101 dolar AS, tertinggi dibanding milenial dan Gen X, saat mereka masih di awal perjalanan finansial.

  • Pasca-pandemik, penggunaan kredit meningkat: saldo kartu kredit naik 33 persen dan personal loan 64 persen dalam lima tahun; saldo pinjaman personal Gen Z tumbuh tercepat, 13,4 persen pada 2022–2023.

  • Di Indonesia, kredit digital ikut meningkat; pengelolaan utang disarankan melalui anggaran realistis, menekan pengeluaran, menambah pendapatan bila perlu, serta membayar lebih dari minimum secara konsisten.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasuki usia dewasa seharusnya menjadi masa untuk mulai membangun fondasi keuangan. Namun, bagi banyak anggota Generasi Z, fase ini justru datang bersamaan dengan berbagai tantangan finansial. Mulai dari menerima gaji pertama, belajar membuat anggaran, hingga menghadapi utang untuk pertama kalinya.

Dikutip dari GOBankingRates, generasi Z umumnya merujuk pada mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012. Artinya, anggota tertua Gen Z kini berada di usia sekitar 28 tahun, sementara yang termuda baru mulai memasuki usia dewasa. Di tengah pendapatan awal karier yang relatif terbatas dan biaya hidup yang terus meningkat, semakin banyak Gen Z yang harus berhadapan dengan utang pribadi.

  1. 1. Berapa besar utang Gen Z?

    Ilustrasi pengelolaan finansial (freepik.com)
    Ilustrasi pengelolaan finansial (freepik.com)

    Berdasarkan survei Talker Research untuk Newsweek, Gen Z tercatat memiliki rata-rata utang pribadi paling tinggi dibandingkan generasi lainnya.

    Rata-rata anggota Gen Z memiliki utang pribadi sekitar US$94.101. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan generasi milenial yang berada di sekitar 59.181 dolar AS, dan Gen X sekitar 53.255 dolar AS.

    Besarnya utang tersebut menjadi perhatian karena Gen Z masih berada di tahap awal perjalanan finansial. Ketika seseorang sudah memulai kehidupan dewasa dengan beban utang yang besar, berbagai tujuan keuangan seperti membeli rumah, membangun dana darurat, atau menyiapkan tabungan pensiun bisa terpaksa ditunda.

  2. 2. Utang pribadi meningkat di berbagai generasi

     financial stress
    Ilustrasi financial stress (freepik.com)

    Gen Z sebenarnya bukan satu-satunya generasi yang mengalami peningkatan utang. Setelah pandemik, penggunaan kredit meningkat di berbagai kelompok usia.

    Saldo utang kartu kredit, misalnya, naik sekitar 33 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, utang personal loan mengalami peningkatan yang jauh lebih besar, yakni sekitar 64 persen dalam periode yang sama.

    Saat ini, sekitar 9 persen masyarakat Amerika memiliki personal loan, dan sebagian bahkan memiliki lebih dari satu pinjaman. Berdasarkan analisis U.S. News terhadap data industri, rata-rata utang personal loan mencapai sekitar 11.652 dolar AS, meningkat dari 8.758 dolar AS lima tahun sebelumnya.

    Data Experian bahkan menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni sekitar 19.014 dolar AS per personal loan pada kuartal III-2024.

    Yang membuat situasi Gen Z semakin mengkhawatirkan adalah kecepatannya. Dari 2022 hingga 2023, saldo personal loan milik peminjam Gen Z meningkat 13,4 persen, menjadi pertumbuhan tercepat dibandingkan generasi lainnya.

  3. 3. Mengapa utang Gen Z AS terus bertambah?

    menghitung uang
    Ilustrasi menghitung uang (freepik.com)

    Gen Z sebenarnya bukan satu-satunya generasi yang mengalami peningkatan utang. Setelah pandemik, penggunaan kredit meningkat di berbagai kelompok usia.

    Saldo utang kartu kredit, misalnya, naik sekitar 33 persen dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, utang personal loan meningkat jauh lebih besar, yakni sekitar 64 persen.

    Saat ini, sekitar 9 persen masyarakat Amerika memiliki personal loan, dan sebagian bahkan memiliki lebih dari satu pinjaman. Berdasarkan analisis U.S. News terhadap data industri, rata-rata utang personal loan mencapai sekitar 11.652 dolar AS atau Rp189 juta, naik dari 8.758 dolar AS atau Rp142 juta lima tahun sebelumnya.

    Data Experian menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni sekitar US$19.014 atau Rp309 juta per personal loan pada kuartal III-2024. Yang mengkhawatirkan, utang Gen Z tumbuh paling cepat. Dari 2022 hingga 2023, saldo personal loan peminjam Gen Z meningkat 13,4 persen, lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya.

  4. 4. Bagaimana dengan Indonesia?

    Gen Z di AS Jadi Generasi Paling Banyak Utang, Apa Penyebabnya?
    Ilustrasi kartu kredit (freepik.com)

    Di Indonesia, bentuk utangnya memang berbeda. Selain kartu kredit dan pinjaman bank, paylater dan pinjaman daring (pindar) semakin banyak digunakan masyarakat.

    Data OJK menunjukkan outstanding BNPL perbankan mencapai Rp26,4 triliun pada Desember 2025, tumbuh 19,32% secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan pinjaman daring mencapai Rp83,52 triliun pada Juni 2025, naik 25,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Pertumbuhan ini menunjukkan semakin mudahnya akses masyarakat terhadap kredit digital. Bagi Gen Z yang baru memasuki dunia kerja, kemudahan tersebut bisa membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berisiko mendorong pengeluaran melebihi kemampuan jika tidak dikelola dengan baik.

  5. 5. Bagaimana cara keluar dari utang?

    berpikir
    Ilustrasi berpikir (freepik.com)

    Jika kamu sudah terlanjur memiliki utang, langkah pertama adalah membuat anggaran yang realistis. Pisahkan kebutuhan dari keinginan, kemudian pastikan pengeluaran tidak lebih besar daripada penghasilan.

    Jika pengeluaran sudah sulit ditekan, fokus berikutnya adalah meningkatkan pendapatan. Kamu bisa mempertimbangkan meminta kenaikan gaji, mencari pekerjaan sampingan, atau mencari sumber penghasilan tambahan lainnya.

    Selama penghasilan masih lebih kecil daripada pengeluaran, akan sulit untuk mengurangi utang sekaligus mulai menabung dan berinvestasi.

    Setelah kondisi pemasukan dan pengeluaran mulai seimbang, fokuskan dana ekstra untuk membayar utang. Usahakan membayar lebih dari jumlah minimum, kurangi pengeluaran yang tidak penting, dan disiplin mengikuti rencana pelunasan.

    Dalam kondisi tertentu, kartu kredit dengan program balance transfer 0 persen juga bisa menjadi pilihan untuk memberikan waktu sekitar 12–18 bulan membayar utang tanpa tambahan bunga selama periode promosi. Namun, perlu diperhatikan bahwa suku bunga biasanya dapat melonjak hingga lebih dari 20 persen setelah periode tersebut berakhir.

  6. 6. Semakin cepat dimulai, semakin cepat bebas utang

    Gen Z di AS Jadi Generasi Paling Banyak Utang, Apa Penyebabnya?
    Ilustrasi uang (freepik.com)

    Keluar dari utang memang membutuhkan disiplin dan mungkin mengharuskan kamu melakukan sejumlah pengorbanan. Namun, menunda hanya akan membuat beban tersebut semakin sulit dikendalikan.

    Jika kamu sudah berada dalam kondisi terlilit utang, tidak perlu mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus. Mulailah dengan membuat anggaran, memperbaiki arus kas, meningkatkan pendapatan jika diperlukan, lalu membayar utang secara konsisten.

    Yang paling penting, setelah berhasil keluar dari utang, usahakan untuk tidak kembali mengambil utang baru tanpa perhitungan matang. Dengan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sejak sekarang, Gen Z masih memiliki banyak waktu untuk memperbaiki kondisi keuangan dan mengejar tujuan finansial mereka di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More