4 Risiko Menabung dengan Uang Tunai yang Perlu Diwaspadai

- Risiko kehilangan dan pencurian uang tunai
- Tidak mendapatkan perlindungan dan jaminan
- Nilai uang tergerus inflasi
Menabung merupakan kebiasaan finansial yang baik, namun cara menabung juga harus diperhatikan agar bisa mencapai tujuan keuangan yang maksimal. Masih banyak orang yang kerap memilih menabung dengan menggunakan uang tunai karena dianggap lebih praktis dan mudah dikontrol.
Sebetulnya menabung dengan uang tunai tetap memiliki sejumlah risiko yang kerap kali tidak disadari, sehingga menimbulkan kerugian. Simaklah beberapa risiko berikut ini jika menabung dengan uang tunai, sehingga perlu diwaspadai sejak dini.
1. Risiko kehilangan dan pencurian

Uang tunai yang disimpan di rumah ternyata sangat tampak terhadap risiko pencurian, kebakaran, hingga bencana lain yang mungkin tidak terduga. Tidak adanya sistem pengamanan berlapis seperti di lembaga perbankan justru akan membuat uang tunai sangat sulit dilacak apabila sudah hilang.
Kehilangan uang tunai pada umumnya tidak bisa diklaim atau diganti karena memang tidak memiliki bukti kepemilikan yang kuat. Kondisi ini jelas akan menimbulkan kerugian yang cukup besar, terutama jika jumlah tabungan yang disimpan cukup signifikan.
2. Tidak mendapatkan perlindungan dan jaminan

Menabung dengan uang tunai tidak akan memberikan perlindungan hukum atau jaminan keamanan seperti yang ditawarkan oleh pihak bank. Jika sampai terjadi sesuatu dengan uang tersebut, maka pemilik harus menanggung seluruh risiko tanpa adanya pihak penjamin.
Berbeda dengan simpanan di bank yang pada umumnya terproteksi oleh lembaga penjamin, justru uang tunai tidak memiliki sistem pengamanan resmi. Hal ini akan membuat posisi penabung menjadi sangat rentan terhadap berbagai risiko kerugian finansial.
3. Nilai uang tergerus inflasi

Uang tunai yang disimpan tanpa diinvestasikan atau ditempatkan pada instrumen yang menghasilkan imbal hasil nantinya akan terus tergerus oleh inflasi. Seiring berjalannya waktu, daya beli uang akan menurun, meski jumlah nominalnya tetap sama.
Akibat dari hal ini akan membuat tabungan tunai tidak mampu dalam memastikan nilai kekayaan secara optimal dalam jangka panjang. Risiko ini kerap kali terjadi tanpa disadari karena penurunan nilai tertinggi secara perlahan namun pasti.
4. Kurang disiplin dan mudah terpakai

Menabung dalam bentuk uang tunai biasanya akan membuat seseorang lebih mudah untuk tergoda menggunakannya. Akses yang terlalu mudah ternyata akan mengurangi kedisiplinan dalam memastikan dana tabungan tetap dalam kondisi utuh.
Tanpa pemisahan yang jelas antara uang kebutuhan dan tabungan, maka uang tunai pun akan lebih sering terpakai untuk keperluan mendadak atau yang sifatnya konsumtif. Hal ini akan menghambat pencapaian tujuan finansial yang telah direncanakan sebelumnya.
Menabung dengan uang tunai memang dikenal sederhana, namun memiliki berbagai risiko tidak bisa diabaikan. Dengan memahami potensi kerugian, maka bisa mempertimbangkan cara menabung yang lebih aman dan efektif. Sebaiknya pertimbangkan ulang jika memang tertarik untuk menabung dengan menggunakan uang tunai.


















