Jakarta, IDN Times - Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, mencatat rekor laba operasional dan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal ketiga tahun 2026. Lonjakan kinerja tersebut didorong oleh performa divisi semikonduktor yang mengalami lonjakan permintaan cip memori untuk infrastruktur akal imitasi (AI).
Meski mengumumkan kenaikan dividen per saham kuartal ketiga lebih dari 12 kali lipat pada Kamis (29/10/2026), saham perusahaan justru melemah di pasar bursa. Respons para investor menunjukkan kekecewaan karena kepastian mengenai rincian rencana pengembalian nilai pemegang saham lanjutan ditunda hingga tahun depan.
