Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Shell Resmi Lepas Bisnis 200 SPBU ke Sefas Group

2 min read
Shell Resmi Lepas Bisnis 200 SPBU ke Sefas Group
SPBU Shell JGC kembali menjual V-Power Diesel (IDN Times/Pitoko)
  • Shell mengalihkan kepemilikan bisnis SPBU di Indonesia kepada SEFAS Group melalui PT Isla Energy Indonesia.

  • Sekitar 200 SPBU tetap menggunakan merek Shell berdasarkan perjanjian lisensi.

  • Bisnis pelumas Shell tidak ikut dialihkan dan tetap dikembangkan oleh Shell.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Shell telah merampungkan pengalihan kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada SEFAS Group. Selanjutnya, bisnis tersebut akan dijalankan melalui PT Isla Energy Indonesia yang kini berada di bawah kepemilikan SEFAS Group.

"Transaksi tersebut telah diselesaikan berdasarkan perjanjian jual beli yang telah direvisi dengan SEFAS Group," demikian dikutip dari keterangan resmi Shell di situs resminya, Jumat (30/10/2026).

  1. 1. SPBU tetap pakai merek Shell

    IMG-20250901-WA0018.jpg
    Kelangkaan beberapa produk BBM Shell di SPBU masih terjadi hingga 1 September 2025 (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Meski kepemilikannya beralih, seluruh jaringan SPBU PT Isla Energy Indonesia tetap menggunakan merek Shell berdasarkan perjanjian lisensi. Dengan begitu, pelanggan masih bisa membeli produk bahan bakar minyak (BBM) Shell di SPBU tersebut.

    Pengalihan meliputi bisnis SPBU, kegiatan pasokan dan distribusi BBM, serta terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.

    "Serta sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia dengan lebih dari 160 SPBU di antaranya merupakan milik perusahaan (company-owned)," tulis Shell.

  2. 2. Bisnis pelumas Shell tidak ikut dialihkan

    Foto 2.jpeg
    Peluncuran pelumas Shell Helix Ultra (Shell)

    Pengalihan bisnis tersebut tidak mencakup lini usaha pelumas Shell di Indonesia. Bisnis tersebut tetap berjalan dan dikembangkan oleh Shell.

    Pada September 2026, Shell Indonesia mulai memproduksi gemuk pelumas melalui fasilitas Grease Manufacturing Plant di Indonesia. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun.

    Fasilitas itu melengkapi pabrik pencampuran pelumas atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) milik Shell yang telah beroperasi di Marunda, Bekasi. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 300 juta liter per tahun.

  3. 3. Profil SEFAS Group

    Shell Resmi Lepas Bisnis 200 SPBU ke Sefas Group
    ilustrasi perusahaan (IDN Times/Aditya Pratama)

    SEFAS Group menaungi sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pelumas dan produk pendukung industri. Kegiatan usahanya meliputi penyaluran pelumas, produk perawatan mesin, hingga penyediaan solar untuk kebutuhan industri.

    Perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha ini melayani berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pembangkit listrik, manufaktur, transportasi, konstruksi, hingga perkapalan.

    Berdasarkan informasi di situs resminya, PT Sefas Pelindotama berdiri pada 1997 dan menjadi distributor resmi pelumas Shell Indonesia. Perusahaan ini berfokus melayani kebutuhan sektor pertambangan dan industri terkait.

    Untuk mendukung distribusinya, Sefas Pelindotama memiliki kantor atau gudang di Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Berau, dan Tarakan. Perusahaan juga memiliki gudang pendukung di Surabaya, sementara kantor pusatnya berlokasi di Jakarta.

    Selanjutnya, PT Sefas Keliantama didirikan pada 2009 sebagai anak perusahaan Sefas Pelindotama. Perusahaan ini mendistribusikan pelumas Shell untuk kebutuhan sektor pembangkit tenaga listrik, transportasi, konstruksi, dan manufaktur. Dalam menjalankan bisnisnya, Sefas Keliantama pernah menerima penghargaan Best Marketing Initiatives dan Distributor of the Year dari Shell Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More