Pergerakan kurs dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja berbagai sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika dolar menguat terhadap rupiah, perusahaan yang memperoleh pendapatan dalam dolar tetapi memiliki sebagian besar biaya operasional dalam rupiah berpotensi menikmati keuntungan dari selisih nilai tukar. Sebaliknya, perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor, pembayaran utang luar negeri, atau pembelian barang berdenominasi dolar dapat menghadapi tekanan biaya yang lebih besar.
Dampak perubahan kurs ini membuat setiap sektor memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap pergerakan mata uang. Ada perusahaan yang justru memperoleh tambahan pendapatan, sementara perusahaan lain harus menghadapi penurunan margin keuntungan akibat kenaikan biaya operasional dan kewajiban pembayaran. Supaya lebih memahami peluang dan risikonya di pasar modal, yuk kenali lima sektor saham yang diuntungkan dan dirugikan oleh pergerakan kurs dolar AS berikut ini!