Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siapa Pemilik SeaBank? Inilah Sosok dan Total Kekayaanya
SeaBank (seabank.co.id)
  • SeaBank Indonesia berada di bawah Sea Limited, perusahaan internet konsumen multinasional berbasis Singapura yang didirikan dan dipimpin CEO Forrest Li.

  • Bank ini bermula sebagai Bank Kesejahteraan Ekonomi pada 1991, diakuisisi Sea Group pada 2021, lalu berganti nama menjadi SeaBank Indonesia pada Februari 2021.

  • Aplikasi SeaBank diluncurkan nasional pada Juli 2021 untuk ritel dan UMKM; kekayaan Forrest Li ditopang bisnis Sea Limited di gim, e-commerce, dan keuangan digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SeaBank kini telah bertransformasi menjadi salah satu aplikasi layanan perbankan digital yang paling digemari masyarakat Indonesia. Di balik kemudahan finansial yang ditawarkannya, institusi perbankan ini berada di bawah naungan seorang pengusaha yang punya banyak perusahaan global.

Lantas, siapa sosok di balik kesuksesan bank digital populer ini? Mari mengulik lebih dekat mengenai sosok pemilik, kilas balik perjalanan, hingga estimasi kekayaan sang pemilik. Simak sampai habis, ya!

1. Siapakah Pemilik Seabank?

Forrest Li, pendiri Shopee dan pemilik Sea Limited (forbes.com)

SeaBank Indonesia merupakan bagian dari Sea Limited, sebuah perusahaan induk internet konsumen multinasional yang berbasis di Singapura. Pemilik sekaligus pengendali utama di balik grup perusahaan raksasa ini adalah Forrest Li atau dikenal juga dengan nama lahirnya, Li Xiaodong.

Forrest Li merupakan seorang pengusaha sukses berkebangsaan Singapura kelahiran Tianjin, Tiongkok, pada tahun 1977. Ia mendirikan Sea Limited yang awalnya dikenal sebagai Garena pada tahun 2009 dan kini memimpin perusahaan tersebut sebagai Chief Executive Officer (CEO). Di bawah kepemimpinannya, Sea Limited tidak hanya merajai sektor game online lewat Garena dan e-commerce lewat Shopee, tetapi juga merambah sektor keuangan digital secara masif, termasuk mengakuisisi bank yang kini beroperasi sebagai SeaBank.

2. Perjalanan di Balik SeaBank

Ilustrasi SeaBank (dok. SeaBank)

Sebelum dikenal sebagai SeaBank, bank digital ini memiliki sejarah panjang sebagai bank konvensional di Indonesia yang perjalanannya meliputi beberapa tonggak penting. SeaBank awalnya bernama PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE) dan didirikan di Jakarta pada 4 Oktober 1991 atas gagasan ekonom senior, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan ayah dari Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. Bank BKE memilki fokus utama berupa memberikan pembiayaan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebagai langkah strategis untuk memperluas ekosistem layanan keuangan digital di Asia Tenggara, Sea Group secara resmi mengakuisisi Bank BKE pada awal tahun 2021. Menyusul persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank ini resmi berganti nama menjadi PT Bank SeaBank Indonesia pada Februari 2021 dan meluncurkan aplikasi perbankan digital secara nasional pada Juli 2021. Sejak saat itu, SeaBank berfokus melayani kebutuhan finansial masyarakat ritel hingga pelaku UMKM secara digital.

3. Total Kekayaan Forrest Li

ilustrasi kekayaan (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Kesuksesan besar Sea Limited dalam mengelola lini bisnis game, e-commerce, dan perbankan digital membuat pundi-pundi kekayaan Forrest Li meroket tajam. Berdasarkan daftar orang terkaya versi Forbes, kekayaan bersih (net worth) Forrest Li saat ini tercatat sebesar US$6 miliar atau sekitar Rp93,95 triliun. Angka fantastis ini sebagian besar ditopang oleh kepemilikan sahamnya di Sea Limited, perusahaan induk yang menaungi raksasa e-commerce Shopee, platform game Garena, hingga layanan keuangan SeaMoney dan SeaBank.

Perjalanan pundi-pundi kekayaannya sendiri sempat mengalami dinamika yang cukup tinggi. Pada tahun 2021, ketika saham sektor teknologi mengalami lonjakan luar biasa, kekayaan Forrest Li sempat menyentuh angka tertingginya di kisaran 20,2 miliar dolar hingga 22 miliar dolar atau sekitar Rp280–319 triliun.

Namun, seiring dengan tekanan pasar saham dan penurunan kinerja bursa teknologi global pada tahun 2022, nilai kekayaannya sempat merosot tajam ke kisaran 3,9 miliar dolar hingga 4,7 miliar dolar. Perlahan tapi pasti, posisinya kembali menguat dan stabil di angka 5–6 miliar dolar, sekaligus menempatkannya secara konsisten di jajaran taipan teratas Singapura. Lonjakan nilai saham perusahaan teknologi yang melantai di Bursa Efek New York ini terus menjadi aset yang mendongkrak total kekayaan bersihnya.

Itulah pembahasan lengkap mengenai sosok pemilik SeaBank, perjalanan transformasinya, hingga estimasi kekayaan sang pendiri. Semoga informasinya bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article