Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Transformasi BRIvolution Reignite Perkuat Kontribusi Danantara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah (value creation) yang semakin besar bagi perekonomian nasional. (Dok. BRI)
  • BRI mempercepat BRIvolution Reignite lewat penguatan pendanaan murah, transaction banking, kredit mikro, dan consumer banking untuk meningkatkan daya saing serta kontribusi pada ekonomi kerakyatan.

  • Pada Triwulan I 2026, aset BRI Group tumbuh 7,2 persen menjadi Rp2.250 triliun, kredit naik 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, dan laba bersih mencapai Rp15,5 triliun.

  • Hingga Juni 2026, BRI menyalurkan KUR Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM serta KPR Subsidi Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BRI mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite untuk memperkuat daya saing, pendanaan, kredit mikro, consumer banking, serta kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan dan program pemerintah.
  • Who?
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Danantara Indonesia, COO Danantara Dony Oskaria, UMKM, serta debitur KUR dan pembiayaan perumahan terlibat dalam program ini.
  • Where?
    Transformasi dijalankan BRI di Indonesia, dengan penyaluran KUR kepada UMKM di berbagai wilayah Indonesia dan pembiayaan perumahan bagi pelaku usaha penyedia hunian serta pembeli rumah.
  • When?
    Kinerja keuangan tercatat hingga Triwulan I 2026. Penyaluran KUR dan KPR subsidi dilaporkan hingga Juni 2026, sedangkan realisasi Kredit Program Perumahan tercatat hingga 19 Juli 2026.
  • Why?
    BRI menjalankan transformasi untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi serta daya saing, dan memperluas pembiayaan sektor produktif serta agenda pembangunan nasional.
  • How?
    BRI menerapkan dua pilar: penguatan pendanaan berbasis CASA dan transaction banking, serta penguatan kredit mikro dan consumer banking, didukung enam enabler. BRI juga menyalurkan KUR, KPR subsidi, FLPP, dan KPP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah (value creation) yang semakin besar bagi perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan sektor produktif serta dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang menjadi acuan Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ujar Hery.

1. Dua pilar utama dan kinerja keuangan yang kian solid

ilustrasi dampak transformasi (pixabay.com/geralt)

Transformasi tersebut bertumpu pada dua pilar utama yang didukung oleh enam enabler sebagai penggerak perubahan di seluruh organisasi. Pilar Transform the Funding Franchise diarahkan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah melalui penguatan CASA serta peningkatan kapabilitas transaction banking.

Sementara itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro (bisnis inti) sekaligus membangun mesin pertumbuhan consumer banking (sumber pertumbuhan baru) yang mampu menjawab kebutuhan nasabah dan dinamika industri.

Implementasi transformasi tersebut tecermin pada kinerja Perseroan yang terus menunjukkan penguatan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp15,5 triliun. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen secara tahunan, yang turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

2. Dukungan nyata terhadap UMKM dan Program 3 Juta Rumah

ilustrasi umkm (freepik.com)

Fundamental yang semakin kuat tersebut menjadi modal penting bagi BRI untuk memperluas fungsi intermediasi sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap agenda pembangunan nasional. Salah satu kontribusi tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Penyaluran tersebut didominasi sektor-sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, dengan sektor pertanian menjangkau 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR, disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur atau 32,34 persen.

Selain menjadi motor penggerak penyaluran KUR nasional, BRI juga memegang peran strategis dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI telah mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Adapun, sekitar 97 persen dari total pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur, dimana hingga Juni 2026, penyaluran FLPP sepanjang 2026 telah mencapai 19.075 unit atau sekitar 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

Di sisi penyediaan hunian, hingga 19 Juli 2026 realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Pembiayaan tersebut menjangkau pelaku usaha pada sektor penyediaan hunian sekaligus masyarakat sebagai pembeli rumah, sehingga diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan sekaligus menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

3. Komitmen keberlanjutan dan pengembangan SDM unggul

Group CEO, PT Bank Rakyat Indonesia​ (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam salah satu sesi di Paviliun Indonesia, Davos, Swis pada Selasa (20/01/2026). (IDN Times/Alya Achyarini)

Hery menegaskan bahwa transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kinerja Perseroan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," pungkas Hery.

Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus ditopang oleh pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Menurutnya, kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article