Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Sikap The Fed Jadi Pemicunya

- Rupiah menguat tipis 3 poin atau 0,02 persen ke Rp18.070 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, berdasarkan data Bloomberg pukul 09.07 WIB.
- Koreksi dolar AS setelah hasil rapat FOMC dinilai less hawkish mendorong potensi penguatan rupiah terhadap mata uang AS.
- Penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh sentimen domestik dan ketegangan Timur Tengah, dengan proyeksi kurs hari ini Rp18.000-Rp18.100 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau rupiah tercatat mengalami penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan Kamis (30/7/2026) pagi.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda terpantau menguat 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp18.070 per dolar AS, meski pergerakannya tampak masih menentukan arah.
1. Hasil rapat The Fed bikin dolar AS terkoreksi
Pengamat pasar uang Lukman Leong menyatakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS. Hal itu didorong oleh posisi dolar AS yang mengalami koreksi cukup besar setelah hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS dinilai less hawkish.
Less hawkish adalah kondisi ketika bank sentral melunak dari sikap ketatnya, ditandai oleh sinyal suku bunga tidak jadi naik tinggi, rencana penurunan suku bunga, atau fokus mulai beralih ke pertumbuhan ekonomi.
"Rupiah berpotensi menguat terhardap dolar AS yang terkoreksi cukup besar setelah hasil pertemuan FOMC dinilai less hawkish dari harapan," kata Lukman.
2. Penguatan terbatas akibat isu domestik dan ketegangan Timur Tengah
Meski berpeluang menguat, Lukman menilai potensi penguatan rupiah akan berlangsung terbatas. Dia menjelaskan pergerakan mata uang rupiah masih tertahan sentimen dalam negeri yang dinilai belum pulih, serta situasi geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah (Timteng).
"Penguantan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih belum pulih dan situasi geopolitik yang memanas di Timteng," ujarnya.
3. Proyeksi pergerakan kurs rupiah hari ini
Mengenai perkiraan nilai tukar sepanjang perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah akan berada pada rentang harian di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS.

















