Buka Peluang Kerja Sama Proyek Rumah MBR, RI Siapkan Lahan Buat China

- Indonesia membuka peluang kerja sama perumahan dengan China untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, setelah pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan delegasi Tiongkok.
- Pemerintah akan menyiapkan lahan strategis, data kebutuhan hunian berbasis BPS, serta penyempurnaan regulasi sebagai dasar pembahasan investasi proyek perumahan bersama China.
- Indonesia meminta proyek melibatkan material dan industri lokal, membuka peluang UMKM, serta menegaskan kemitraan harus memberi manfaat bersama, bukan menjadikan Indonesia hanya sebagai pasar.
Jakarta, IDN Times - Indonesia membuka peluang kerja sama perumahan dengan China untuk penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah.
"Kami menyambut baik kerja sama dengan Tiongkok di bidang perumahan," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Kerja sama itu dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ni Hong beserta jajaran dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.
1. Pemerintah siapkan lahan, data dan regulasi

Maruarar mengatakan Indonesia membuka peluang kerja sama perumahan dengan China melalui skema yang saling menguntungkan. Untuk mendukung rencana itu, pemerintah akan menyiapkan sejumlah hal.
Pemerintah akan menyiapkan sejumlah lahan strategis untuk pengembangan proyek perumahan, sekaligus menyediakan data kebutuhan hunian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan memperbaiki aturan yang diperlukan agar kerja sama investasi dengan Tiongkok dapat berjalan.
“Kami akan siapkan lahan, kami akan siapkan data market, dan kami akan siapkan aturan-aturan yang ada. Tiga hal ini yang akan kami siapkan untuk kemudian dipelajari dan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak Tiongkok,” ujar Maruarar.
2. Material lokal dan industri dalam negeri diminta terlibat

Maruarar berharap kerja sama tersebut tidak hanya mempercepat penyediaan rumah yang layak dan terjangkau, tetapi juga memberi dampak bagi perekonomian nasional.
Karena itu, dia meminta proyek yang dijalankan mengutamakan penggunaan material bangunan produksi dalam negeri serta melibatkan industri lokal dalam rantai pasok pembangunan. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberi nilai tambah bagi Indonesia dan China.
"Dalam setiap kerja sama yang dilakukan, kami juga ingin agar material bangunan dari dalam negeri dapat digunakan dan industri lokal ikut terlibat, sehingga memberikan nilai tambah bagi kedua negara," tuturnya.
3. Indonesia tak ingin hanya dijadikan pasar

Maruarar menegaskan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi investasi di sektor perumahan. Pemerintah ingin membangun kemitraan yang memberi manfaat bagi kedua negara.
Dia juga berharap setiap proyek yang dijalankan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM dan mendorong pertumbuhan industri nasional seiring pengembangan kerja sama perumahan Indonesia dan China.
“Namun kami tidak ingin hanya menjadi market, kami ingin menjadi mitra strategis yang sama-sama memberikan manfaat,” kata Maruarar.


















