Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Turki Resmi Ambil Bagian dalam Pengelolaan Lapangan Minyak Utama Irak

Turki Resmi Ambil Bagian dalam Pengelolaan Lapangan Minyak Utama Irak
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Turki memperoleh 15 persen saham BP Energy Company of Kirkuk Limited, pengelola lapangan minyak utama Irak utara, melalui kesepakatan yang diumumkan Erdogan dan PM Irak Ali al-Zaidi di Ankara.
  • Setelah perjanjian pipa Kirkuk-Ceyhan berakhir, Turki dan Irak menyiapkan kerja sama energi lebih luas, dengan potensi pasokan minyak Irak hingga satu juta barel per hari ke Turki.
  • Kedua negara memperkuat koordinasi keamanan, perdagangan, Proyek Jalan Pembangunan, serta pengelolaan air; nilai perdagangan bilateral telah mendekati 17 miliar dolar AS pada tahun lalu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Turki resmi mengantongi 15 persen saham di BP Energy Company of Kirkuk Limited, perusahaan yang mengelola salah satu lapangan minyak utama Irak di kawasan utara. Pengalihan saham itu diumumkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (28/7/2026) setelah bertemu Perdana Menteri (PM) Irak Ali al-Zaidi di Ankara, sementara kedua pemerintah memandang langkah tersebut sebagai kemajuan penting dalam mempererat kerja sama energi kedua negara.

“Lapangan produksi Kirkuk telah diberikan kepada Turkish Petroleum sebagai mitra. Perjanjian yang ditandatangani hari ini merupakan langkah bersejarah dalam hal kemitraan di sektor energi,” kata Erdogan, dikutip Anadolu Agency. Pengumuman itu disampaikan setelah terjalinnya kemitraan baru antara Turki dan Irak di sektor energi.

1. Turki menyusun kerja sama energi dengan Irak

Bendera Turki (pexels.com/Engin Akyurt)
Bendera Turki (pexels.com/Engin Akyurt)

Kesepakatan tersebut muncul setelah perjanjian pipa minyak mentah Kirkuk-Ceyhan yang mengatur penyaluran minyak menuju terminal Mediterania Turki berakhir pada 27 Juli 2026. Kedua negara pun menyiapkan kerangka kerja sama energi yang lebih menyeluruh, sementara dalam konferensi pers bersama Erdogan menyampaikan potensi pasokan hingga satu juta barel minyak per hari dari Irak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Turki.

Di sisi lain, Turki juga terus memperluas sumber energinya sembari mempererat kolaborasi keamanan serta Proyek Jalan Pembangunan (Development Road Project) yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar global. Koordinator Editorial Daily Sabah Mehmet Celik menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa ketegangan regional, termasuk situasi di Selat Hormuz, membuat jalur energi dan perdagangan alternatif semakin diminati, sedangkan pembahasan bilateral turut mencakup transportasi dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan akibat dampak perubahan iklim.

2. Turki memperkuat koordinasi keamanan dengan Irak

ilustrasi bendera Irak
ilustrasi bendera Irak (pexels.com/Engin Akyurt)

Pada sektor keamanan, Turki melanjutkan koordinasi intensif dengan Irak untuk mendorong terwujudnya wilayah bebas teror yang selama ini menimbulkan biaya besar bagi kedua negara. Erdogan juga menyampaikan harapannya agar persoalan keamanan tersebut dapat dihapus dari agenda bilateral, sementara kerja sama itu membuka peluang bagi Turki memasok produk industri pertahanan yang dibutuhkan Irak.

Meski Partai Pekerja Kurdistan (PKK) mengumumkan perlucutan senjata pada pertengahan 2025 dalam proses perdamaian dengan Ankara, Turki masih menempatkan sekitar 5 ribu personel di 50 pangkalan di Erbil, Duhok, dan Nineveh. Ankara tetap menganggap sisa kekuatan bersenjata kelompok itu sebagai ancaman nasional, sedangkan PKK telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa.

3. Turki meningkatkan hubungan ekonomi dengan Irak

ilustrasi kesepakatan kerjasama (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi kesepakatan kerjasama (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pada bidang ekonomi, nilai perdagangan bilateral kedua negara mendekati 17 miliar dolar AS (setara sekitar Rp305,5 triliun) pada tahun lalu dan ditargetkan meningkat secara substansial. Erdogan juga menyambut rangkaian pertemuan antara menteri Irak dengan kalangan bisnis, kontraktor, dan investor Turki, sementara kunjungan delegasi Irak kali ini turut dihadiri Ketua Front Turkmen Irak sekaligus Gubernur Kirkuk Salman Agaoglu.

Kedua negara kembali menyatakan komitmen untuk mendukung integrasi regional Irak, termasuk keterlibatan yang semakin erat dengan Suriah. Selain perdagangan dan diplomasi, pembahasan juga mencakup Proyek Jalan Pembangunan serta pengelolaan air berkelanjutan secara menyeluruh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More