Comscore Tracker

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara Mengatasinya

Hati-hati, banyak penipuan yang catut nama bank resmi!

Jakarta, IDN Times - Penipuan yang mengatasnamakan bank banyak terjadi. Tak sedikit orang yang harus menanggung rugi akibat penipuan yang mencatut nama bank. 

Jenis penipuan atas nama bank sendiri ada 4, yakni phishing, impersonation, vishing, dan smishing. Phising adalah cara pelaku menipu korban dengan berusaha memperoleh informasi atau data sensitif seperti nama lengkap, password, dan informasi kartu kredit/debit melalui media elektronik dengan menyamar sebagai lembaga terpercaya.

Lalu, impersonation dalam dunia cybercrime adalah penipuan di mana pelaku mengaku sebagai pihak bank yang berpura-pura menawarkan sesuatu kepada korban untuk memperoleh informasi pribadi.

Sementara itu, vishing adalah singkatan dari voice phishing. Vishing ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi social engineering melalui telepon agar dapat mengakses informasi dan keuangan pribadi.

Tak lupa dengan smishing, yakni phising yang dilakukan melalui pesan elektronik/SMS. Smishing juga disebut sebagai SMS penipuan. Smishing yang sering dijumpai adalah penipuan sms banking. Dengan mengetahui nomor ponsel calon korban, pelaku penipuan akan mengirimkan SMS atas nama lembaga terpercaya.

Nah, bagaimana cara mengatasi penipuan-penipuan tersebut? Berikut tipsnya dari Bank OCBC NISP.

Baca Juga: Waspada! Kenali 4 Jenis Penipuan Bank Ini

1. Tidak memberitahu informasi pribadi kepada siapa pun

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara MengatasinyaIlustrasi Hacker (IDN Times/Arief Rahmat)

Cara paling ampuh adalah menjaga kerahasiaan informasi pribadi. Jika ada yang meminta informasi pribadi kamu selain dari lembaga bank terpercaya,  maka jangan memberinya. Nah, untuk memastikan apakah lembaga resmi meminta data pribadi kamu atau tidak, maka kamu bisa menghubungi hotline resmi lembaga tersebut.

Beberapa data pribadi bersifat rahasia yang wajib dilindungi antara lain User ID, password PIN, MPIN, nomor kartu kredit, passcode, PIN, password (ATM, Kartu Kredit), kode One Time Password (OTP), kode kupon yang diterima melalui nomor handphone (jika pelaku mengaku mengirim kode tersebut dengan nomor tidak dikenal), nama orang tua (biasanya nama ibu kandung).

2. Memperbarui data pribadi secara berkala kepada bank

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara MengatasinyaIlustrasi Bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Cara kedua ini juga sangat penting, namun tak sedikit orang yang malas untuk melakukannya. Namun, dengan memperbaiki data pribadi secara berkala kepada pihak bank resmi, kamu bisa memutus kesempatan penipu untuk mencoba membobol rekening bank kamu dengan data pribadi kamu yang lama.

Apabila kamu tidak melakukan pembaruan data, namun terdapat notifikasi atau informasi dari nomor tidak dikenal, lebih baik melaporkan hal tersebut kepada pihak bank. Kamu juga bisa menghubungi call center bank untuk memblokir rekening, kartu debit atau kredit sebagai bentuk antisipasi. 

Baca Juga: Ini 5 Tips Investasi-Proteksi agar Efek Pandemik Gak Pengaruhi Dompetmu

3. Tidak menggunakan wifi tempat umum ketika bertransaksi online

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara MengatasinyaIlustrasi Kerja (IDN Times/Besse Fadhilah)

Nah, kamu juga harus memilah kegiatan ketika menggunakan wifi di tempat umum. Hindari transaksi keuangan melalui ponsel atau laptop ketika kamu menggunakan wifi publik. 

Mengapa demikian, Sebab, menggunakan wifi publik memiliki risiko tinggi di mana informasi pribadi yang ada di handphone dapat bocor. Dikhawatirkan wifi publik telah diatur agar pelaku mampu mengakses informasi pribadi hingga membobol rekening bank.

Sebaiknya kamu mematikan fitur wifi terlebih dahulu saat melakukan transaksi keuangan melalui ponsel atau laptop di tempat umum. Menggunakan data internet pribadi akan lebih aman daripada menggunakan wifi publik.

4. Mengaktifkan fitur Two Factor Authentication

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara MengatasinyaIlustrasi Hacker (IDN Times/Mardya Shakti)

Two-Factor Authentication (2FA) adalah sebuah otentikasi dua faktor atau melakukan verifikasi dua cara. Sebuah fitur keamanan ganda yang dapat menjaga informasi pribadi secara online.

Kamu bisa mengaktifkan alat keamanan ini pada aplikasi atau platform penting seperti aplikasi SMS, telepon, email, media sosial, situs belanja online, layanan digital perbankan, aplikasi dompet digital, dan sejenisnya.

5. Memblokir nomor telepon penipu

Banyak Penipuan atas Nama Bank, Ini 5 Cara MengatasinyaIlustrasi Hacker (IDN Times/Arief Rahmat)

Para penipu yang mengatasnamakan bank sangat sering menggunakan telepon untuk melancarkan aksinya. Ketika ada yang menghubungi kamu dan nomor tak dikenal dan terkesan mencurigakan, jangan diangkat atau cepat-cepat mematikannya ketika kamu sudah terlanjut mengangkatnya.

Jika nomor telepon tersebut berusaha menghubungi kamu secara berulang kali, sebaiknya langsung blokir nomor telepon tersebut. Meskipun isi panggilan menginformasikan data pribadi atau hal-hal penting lainnya.

Kamu juga bisa mengonfirmasi informasi yang kamu terima dari nomor tidak dikenal. Sebab, umumnya pihak bank tidak akan menginformasikan hal-hal rahasia melalui telepon. Biasanya bank akan mengirim email dengan alamat email resmi untuk mengabarkan berita penting kepada nasabahnya.

Baca Juga: Tips Investasi Saham dan Reksadana, Milennials Perlu Tahu

Topic:

  • Anata Siregar
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya