Ada saat ketika seseorang tidak lagi berkata, "Aku lelah"
Bukan karena bebannya berkurang
Melainkan karena ia sadar, tidak semua telinga
Dibuat untuk mendengarkan.
Sejak itu, ia belajar menyimpan suara hatinya
Di tempat yang paling sepi.
Di balik senyum.
Di sela doa.
Di antara jeda
sebelum menjawab,
"Aku baik-baik saja"
Aneh
Semakin dewasa, kita belajar menjadi rumah bagi luka sendiri
Sebab tak semua yang bertanya, benar-benar ingin mendengar jawabannya.
Padahal, yang paling berat bukan hidup
Melainkan berpura-pura bahwa semuanya masih sanggup dipikul
Waktu terus berjalan
Mengikis kita secara pelan-pelan
Bukan agar hancur
Melainkan agar kita belajar
Bahwa pohon tidak memilih badai
Ia hanya memilih tetap berakar.
Sebab yang membuat pohon tetap hidup bukan ranting yang menjulang
Melainkan akar yang diam-diam memilih bertahan
Di tempat yang tak pernah mendapat tepuk tangan.
![[Puisi] Ada Hening yang Lebih Nyaring Daripada Tangis](https://image.idntimes.com/post/20260702/1000115504_12e9dc2b-731d-47e9-97a2-88e65dcdff79.jpg)