Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Ada Hening yang Lebih Nyaring Daripada Tangis

[Puisi] Ada Hening yang Lebih Nyaring Daripada Tangis
Ilustrasi pohon besar (unsplash.com/Adarsh Kummur)
Share Article

Ada saat ketika seseorang tidak lagi berkata, "Aku lelah"
Bukan karena bebannya berkurang
Melainkan karena ia sadar, tidak semua telinga
Dibuat untuk mendengarkan.

Sejak itu, ia belajar menyimpan suara hatinya
Di tempat yang paling sepi.
Di balik senyum.
Di sela doa.
Di antara jeda
sebelum menjawab,
"Aku baik-baik saja"

Aneh

Semakin dewasa, kita belajar menjadi rumah bagi luka sendiri
Sebab tak semua yang bertanya, benar-benar ingin mendengar jawabannya.
Padahal, yang paling berat bukan hidup
Melainkan berpura-pura bahwa semuanya masih sanggup dipikul
Waktu terus berjalan
Mengikis kita secara pelan-pelan
Bukan agar hancur
Melainkan agar kita belajar
Bahwa pohon tidak memilih badai
Ia hanya memilih tetap berakar.

Sebab yang membuat pohon tetap hidup bukan ranting yang menjulang
Melainkan akar yang diam-diam memilih bertahan
Di tempat yang tak pernah mendapat tepuk tangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Terkapar di Taman Surga

01 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction