Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Bisik Pekerja

[PUISI] Bisik Pekerja
ilustrasi bisik pekerja (pexels.com/Daria Agafonova)
Share Article

Pekerjaan datang membawa cerita,
sedang aku mencari sisa tenaga.
Ingin berlari mengejar semua,
semangat masih antre di batas saja.

Sudah kupanggil pagi dan petang,
tetap tak kunjung datang menyapa.
Mungkin memang harus bersabar juga,
menunggu diskon semangat terjual di pasar raya.

Kalau wajahku tampak biasa,
jangan buru-buru memberi prasangka.
Aku hanya sedang bersahabat dengan lelah,
supaya esok masih mampu tertawa.

Untuk hari ini,
izinkan aku duduk dengan anggun saja.
Bukan malas, bukan pula manja,
hanya menyusun rencana di hari senja.

Peta kubuka, kalender kutata,
tanggal merah mulai kubaca.
Ada tugas yang paling mulia:
merancang libur akhir tahun penuh suka.

Biarlah esok kembali bekerja,
hari ini kusimpan sisa daya.
Sebab liburan yang dirancang gembira,
adalah vitamin ampuh bagi jiwa.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team