Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi seorang kakek yang sedang menunggu cucunya pulang (pexels.com/女子 正真)

Pikiranku malam ini tak tenang
Rasa bersalah datang bertamu
Mengingat khilaf yang dulu kukenang
Yang kulakukan sadar di hadapanmu

Hari ini kupergi menemuinya
Setelah berbulan-bulan sengaja menjauh
Ternyata waktu mengikis raganya
Kakekku tersayang kini kian rapuh

Ia sebatang kara sejak nenek berpulang
Sembari menanti cucunya datang
Padahal luang ada di hariku
Sementara waktunya hanya menunggu satu

Masih terekam saat aku tiba tadi
Mata tuanya langsung berbinar
Senyum merekah di wajah senja
Tubuh rentanya kembali segar

Setelah hari ini aku berjanji, Kek
Kan sering datang mengetuk pintumu
Tolong sehat dan bertahanlah
Kali ini, pintaku tulus untukmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team