Kutelan getir
Yang tak sempat menjadi kata
Kurangkai senyum
Sembunyikan nestapa tanpa suara

Di tengah rasa yang mencubit dada
Di tengah raga yang tak berdaya
Matamu menyala penuh bara
Manakala pantulanku tak ada di sana

Kau berpaling
Kau tertawa
Dan kau bahagia
Bersamanya

Cemburuku mengunci dalam lara
Dan doaku berganti derita
Ingin selamanya berdiri dalam bayangmu
Tapi aku bukan manusia hina