Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Aku dan Mimpiku yang Keras Kepala

[PUISI] Aku dan Mimpiku yang Keras Kepala
Seseorang Berdiri Sendirian di Gurun. (pexels.com/Thom Milkovic)

Aku berjalan
bersama mimpi yang tak pernah mau diam,
ia terus berteriak di kepalaku,
mengetuk harapan yang nyaris redup.

Katanya,
“Jangan berhenti sekarang,
meski jalanmu sulit,
dan dunia menutup pintu satu per satu.”

Aku pernah ingin menyerah,
meninggalkannya di sudut ruang,
bersama ragu yang terus tumbuh seiring waktu,
tapi ia selalu kembali padaku—
lebih kuat, lebih hidup.

Mimpiku begitu keras kepala,
ia tak memedulikan aku
yang telah jatuh berulang kali,
ia hanya tahu satu hal:
aku harus sampai.

Dan aku—
manusia yang sering rapuh—
akhirnya mengerti,
belajar menjadi
sekeras mimpi itu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Aku dan Mimpiku yang Keras Kepala

04 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction