Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Aku yang Hina

[PUISI] Aku yang Hina
ilustrasi depresi (pexels.com/@mohammad ubaid)

Ragaku seakan dihempas
Hatiku seakan dicabik
Perasaanku kosong
Tanpa ada senang di dalamku

Setiap hariku penuh rasa pahit
Ucapan mereka selau menahanku
Terdiam dan terjatuh
Menganggapku lemah dan hina

Aku selalu mengurung diriku
Termenung berbalut rasa kesal dan kecewa
Pikirku untuk apa aku hidup
Mengapa aku ada? Untuk apa diriku ini?
Hanya saja aku berjalan tanpa kepastian
Menahan rasa sakit ini seorang diri
Tiada yang menemani

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Jalan Pulang yang Belum Pernah Dikenal

14 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Memakan Senyap

[PUISI] Memakan Senyap

14 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

13 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menunggu Lebaran

[PUISI] Menunggu Lebaran

12 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Tersisih

[PUISI] Makhluk Tersisih

12 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction