Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Perempuan yang Menyalakan Pagi

[PUISI] Perempuan yang Menyalakan Pagi
ilustrasi perempuan Indonesia mengenakan pakaian tradisional (pexels.com/Muhammad Taufiq)

Terlalu banyak insan melihat di balik tirai
Ternyata sedang menunggu sang mentari
Pada keteguhan hatinya yang kerap menyinari
Yang kerap menyimpan perih hati dengan lihai

Sorak suaranya yang tidak pernah didengar
Cerdasnya nalar dianggap sebagai ancaman
Tidak bisa dikendalikan ditandai sebagai sosok yang kasar
Badannya yang lemah hanya menjadi bahan bantingan

Kini, perempuan

Membuka matanya, untuk lahir pergi dari rasa suram
Dari langkahnya, tumbuh jalan yang belum pernah ada
Dan dari suaranya yang dahulu dibungkam,
Kini menggema menjadi arah bagi banyak jiwa

Hari pagi pun belajar darinya
Bahwa untuk menyinari dunia
Tak perlu menjadi sempurna
Cukup berani untuk tetap menyala

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Perempuan yang Menyalakan Pagi

05 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction