Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi siluet pasangan (pexels.com/cottonbro studio)
  • Puisi menggambarkan rindu yang tumbuh diam-diam di tengah luka, sementara nama seseorang bertahan dalam ingatan yang perlahan memudar.
  • Kenangan diibaratkan serpihan kaca yang menyakitkan saat disentuh kembali, dan pencarian melalui kata-kata hanya menyisakan bayangan.
  • Tokoh liris memilih membiarkan waktu menyembuhkan, menerima bahwa tidak semua rindu perlu dikejar dan sebagian cukup dikenang hingga pudar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ada rindu yang tumbuh tanpa suara,
Tersembunyi di antara luka dan nestapa.
Namamu tinggal dalam ingatan yang fana,
Meski waktu perlahan menghapus cerita.

Kenangan tersusun seperti serpihan kaca,
Tajam terasa saat disentuh kembali jiwa.
Kucari dirimu di sela-sela aksara,
Namun yang tersisa hanya bayang semata.

Rindu memiliki anatomi tersendiri,
Ada hati yang patah, ada harap yang mati.
Ada doa yang diam-diam terus menemani,
Meski pemiliknya tak lagi peduli.

Kini kubiarkan waktu menjadi penawar,
Melepas kisah yang tak mungkin berputar.
Sebab tak semua rindu harus dikejar,
Ada yang cukup dikenang, lalu dibiarkan pudar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team