Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Anatomi Sunyi

[PUISI] Anatomi Sunyi
ilustrasi gestur diam (pexels.com/Vlad Bagacian)
Share Article

Pernahkah kau tercekat?

Dalam kalimat yang menggantung terjebak

Kumpulan kata berterbangan tanpa pijak

Seperti ilustrasi yang gagal terpikat

Satu dua menit jiwa ragu berpendapat

Mulut sempat terbuka, kini sekejap rapat

Termenung menguliti diksi yang sulit

Sebuah pertanda ini masalah pelik

Logika riuh memaksa untuk bersuara

Namun lidah kelu dibungkam rasa

Takut pesan tak sampai sesuai cita

Hanya bermuara jadi kesalahpahaman semata

Akhirnya kalimat itu memilih mengendap

Menjadi rahasia yang terlanjur gelap

Di antara napas yang berembus berat

Dan sunyi yang perlahan menyekap

Biarlah ia mengudara tanpa nama

Sebab tak semua makna butuh wahana

Kadang, diam adalah bahasa paling jujur

Saat kata-kata memilih untuk lebur

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team